
Propertynbank.com – Komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau kembali diperkuat melalui pelaksanaan akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Untuk ketiga kalinya, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar akad massal yang turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kegiatan yang berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tersebut mencatatkan rekor baru dengan melibatkan 62.710 debitur KPR Subsidi FLPP. Sebanyak 200 debitur hadir secara langsung di lokasi acara, sementara 62.510 debitur lainnya mengikuti prosesi akad secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Jumlah tersebut melampaui capaian akad massal sebelumnya yang digelar pada 2025 di Cileungsi, Jawa Barat sebanyak 26.000 unit rumah dan di Kota Serang, Banten sebanyak 50.030 unit rumah. Peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya peran FLPP sebagai instrumen utama pemerintah dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah.
Sebelum menghadiri seremoni utama, Presiden Prabowo menyempatkan diri mengunjungi rumah subsidi milik dua penerima manfaat, yakni Kudung Slamet yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga dan Rahma Yuliani yang bekerja sebagai petugas keamanan. Kunjungan tersebut menjadi simbol bahwa program rumah subsidi pemerintah menyasar berbagai lapisan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam acara tersebut, Presiden juga menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada 10 debitur perwakilan penerima KPR Sejahtera FLPP. Para penerima berasal dari berbagai profesi, mulai dari pengemudi ojek online, guru, perawat, pemuka agama, anggota TNI dan Polri, asisten rumah tangga hingga penjual jamu. Presiden juga berdialog dengan sejumlah debitur yang mengikuti akad secara virtual dari berbagai daerah.
Selain akad massal FLPP, pemerintah juga melaksanakan akad massal Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Sebanyak 7.100 debitur mengikuti akad dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp880 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.873 debitur berasal dari sisi permintaan (demand) dan 227 debitur dari sisi penyedia (supply).
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa pelaksanaan akad massal tahun ini tersebar di sedikitnya 130 titik yang mencakup 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rumah subsidi sekaligus efektivitas kolaborasi yang dibangun pemerintah bersama seluruh ekosistem perumahan.
Hingga 29 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp14,76 triliun. Heru menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, asosiasi profesi, serikat pekerja, hingga lembaga pembiayaan dan perbankan.
“Keberhasilan penyaluran FLPP merupakan hasil sinergi seluruh ekosistem perumahan. Kami mengapresiasi dukungan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, serikat pekerja, asosiasi profesi, serta mitra penyalur termasuk PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersama 43 bank penyalur,” ujar Heru.
Pencapaian BP Tapera
Data BP Tapera menunjukkan bahwa program FLPP terus mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, penyaluran FLPP tercatat sebanyak 109.253 unit rumah, kemudian meningkat menjadi 178.728 unit pada 2021. Tren positif berlanjut pada 2022 dengan realisasi 226.000 unit dan 229.000 unit pada 2023.
Meski sempat mengalami penurunan menjadi 200.300 unit pada 2024, program ini kembali mencatat lonjakan pada 2025 dengan realisasi 278.868 unit rumah. Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP dan menjadi fondasi kuat bagi percepatan Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Di tengah peningkatan penyaluran tersebut, BP Tapera juga terus memperkuat kualitas layanan dan perlindungan konsumen melalui berbagai inovasi digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan ekosistem pembiayaan perumahan yang terintegrasi, berbasis data, dan dapat diakses secara real-time.
Menurut Heru, BP Tapera saat ini mengimplementasikan inovasi yang disebut Trilogi Stok, yaitu sistem integrasi data ketersediaan rumah subsidi yang menghubungkan pengembang, bank penyalur, dan calon konsumen secara real-time. Melalui sistem tersebut, kondisi rumah dapat dipantau sebelum proses akad dilakukan sehingga kualitas dan kelayakan hunian lebih terjamin.
Selain itu, BP Tapera juga melakukan penguatan infrastruktur teknologi informasi melalui peningkatan kapasitas komputasi, pengelolaan data, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penguatan keamanan siber yang didukung oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Lebih jauh, BP Tapera tengah menyiapkan perluasan manfaat KPR Subsidi sebagai tindak lanjut arahan pemerintah untuk menyediakan hunian yang lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan kawasan industri. Skema tersebut tidak hanya mencakup rumah tapak, tetapi juga hunian vertikal atau rumah susun yang dinilai semakin relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan.
“Dengan capaian penyaluran yang terus meningkat, dukungan teknologi digital, serta kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, kami optimistis program pembiayaan perumahan bersubsidi akan semakin efektif dalam membantu masyarakat memiliki rumah pertama sekaligus mendukung percepatan pembangunan sektor perumahan nasional,” tutup Heru.

















