Skip to main content

Property & Bank

Pasar Properti Masih Selektif, Agen Properti Harus Lebih Adaptif

Pasar Properti
Agen Properti Dituntut Lebih Kompeten

Propertynbank : Di tengah kondisi pasar properti yang masih bergerak relatif lambat sepanjang 2026, profesi broker properti tetap memegang peran strategis dalam mempertemukan penjual dan pembeli. Namun, keberhasilan menutup transaksi kini tidak lagi hanya bergantung pada pemasangan iklan, melainkan lebih ditentukan oleh kekuatan jaringan (networking), pengalaman, serta profesionalisme broker dalam memahami kebutuhan pasar.

Steven, Properti Konsultan Gading Pro, mengatakan dinamika pasar saat ini berbeda dibandingkan satu dekade lalu. Aktivitas transaksi masih berlangsung, tetapi calon pembeli kini jauh lebih selektif dalam mengambil keputusan. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemasar properti yang mampu memberikan konsultasi dan solusi sesuai kebutuhan konsumen.

Menurut Steven, kawasan Muara Karang masih memiliki pasar yang cukup stabil karena telah berkembang sebagai kawasan hunian yang matang. Meski demikian, pertumbuhan nilai propertinya dinilai tidak secepat kawasan baru seperti PIK 2 yang menawarkan konsep pengembangan lebih modern.

“Kalau bicara kondisi sekarang, pasar masih cenderung stagnan. Banyak orang ingin membeli, tetapi kemudian berpikir lagi untuk apa properti tersebut digunakan. Kalau untuk investasi, mereka juga menghitung apakah hasil sewanya menarik atau tidak,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun PIK 2 masih menjadi salah satu kawasan yang banyak diminati, aktivitas transaksi belum sepenuhnya pulih. Kondisi ekonomi nasional yang belum stabil membuat daya beli masyarakat, khususnya investor properti, masih cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Di sisi lain, pasar sewa di kawasan PIK, termasuk PIK 2, masih menunjukkan pergerakan yang relatif lebih hidup dibandingkan pasar jual beli. Aktivitas sewa banyak ditopang oleh warga negara asing (WNA) yang bekerja maupun menjalankan bisnis di kawasan tersebut, terutama di sektor hospitality, F&B, dan jasa penunjang gaya hidup. Permintaan tidak hanya terfokus pada hunian apartemen, tetapi juga ruko dan unit komersial yang berada di lokasi strategis dengan traffic tinggi.

Sementara pasar di PIK 2 cenderung berada pada fase transisi dari kawasan pengembangan menuju kawasan matang. Hal ini membuat pasar sewa menjadi indikator penting dalam mengukur real demand di lapangan. Meski tingkat okupansi masih fluktuatif di beberapa klaster, potensi yield sewa dinilai tetap menarik, terutama untuk unit yang berada di area dengan akses utama dan dekat pusat aktivitas komersial.

Namun demikian, pelaku pasar menilai bahwa ekspektasi harga sewa masih perlu menyesuaikan dengan tingkat serapan pasar agar tidak terjadi kesenjangan antara harga penawaran dan kemampuan penyewa.

Sertifikasi Profesi Tingkatkan Kepercayaan

Selain memahami dinamika pasar, Steven menilai peningkatan kompetensi melalui sertifikasi profesi menjadi kebutuhan bagi pemasar properti di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bukti bahwa seorang pemasar properti memiliki kompetensi yang diakui sesuai standar profesi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan di industri properti.

“Dengan sertifikasi, kita memiliki pengakuan sebagai agen properti yang resmi. Ada standar kompetensi yang diakui sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi broker properti,” katanya di sela-sela Uji Kompetensi yang ia ikuti di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP AREA Indonesia), Kamis (06/08/2026).

Steven berharap semakin banyak agen-agen properti mengikuti sertifikasi profesi sehingga kualitas layanan di industri properti Indonesia terus meningkat. Dengan kompetensi yang lebih baik, para pemasar properto ini tidak hanya berperan sebagai perantara transaksi, tetapi juga menjadi konsultan terpercaya yang mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat dalam bertransaksi properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan