
Propertynbank.com – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga Jakarta, Gading Serpong terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi hunian dan investasi properti paling diminati. Kelengkapan fasilitas, infrastruktur yang tertata, serta berkembangnya kawasan komersial menjadikan kota mandiri besutan Paramount Land dan Summarecon Serpong ini tetap menarik bagi keluarga muda maupun investor.
Menariknya, di tengah persaingan dengan kawasan lain seperti Alam Sutera dan BSD City, Gading Serpong dinilai memiliki karakter pasar yang berbeda. Hal itu diungkapkan Lena Jo, Senior Property Consultant Gading Pro Gading Serpong, yang telah lebih dari 10 tahun berkiprah di industri properti Jabodetabek.
Menurut Lena, ketiga kawasan tersebut sama-sama memiliki pasar yang kuat, namun masing-masing memiliki segmen pembeli yang berbeda. Berdasarkan pengalaman menangani transaksi properti, ia menilai Alam Sutera masih menjadi salah satu kawasan paling diminati oleh pembeli dari Jakarta Barat karena aksesnya yang relatif dekat ke ibu kota. Sementara BSD City lebih banyak diminati kalangan profesional yang mengutamakan lingkungan hijau dan tidak harus bepergian ke Jakarta setiap hari. Adapun Gading Serpong menjadi favorit keluarga muda yang menginginkan kemudahan akses terhadap fasilitas sehari-hari.
“Kalau keluarga muda umumnya suka Gading Serpong karena semuanya gampang. Sekolah dekat, makanan mudah dicari, area komersial lengkap, dan aktivitas sehari-hari bisa dilakukan dalam satu kawasan,” ujar Lena di sela-sela Uji Kompetensi yang ia ikuti di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP AREA Indonesia), Rabu (5/8) di Jakarta.
Menurutnya, Gading Serpong memiliki keunggulan dari sisi konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi. Berbeda dengan kota yang bertumpu pada pusat perbelanjaan besar, kawasan ini berkembang melalui banyak titik komersial yang tersebar sehingga aktivitas ekonomi tumbuh lebih merata.
Pasar Secondary Gading Serpong
Lana juga melihat pasar properti secondary di Gading Serpong masih sangat aktif. Bahkan dibandingkan produk baru dari developer yang harganya terus meningkat, banyak pembeli kini lebih tertarik mencari rumah secondary karena menawarkan harga yang lebih kompetitif dan pilihan lokasi yang lebih beragam.
Dari sisi transaksi, rumah dengan harga Rp3 miliar hingga Rp5 miliar masih menjadi segmen yang paling banyak dicari di Gading Serpong maupun Alam Sutera. Segmen ini didominasi pembeli yang ingin melakukan upgrade hunian setelah sebelumnya memiliki rumah pertama.
Meski demikian, Lena mengakui bahwa Alam Sutera dan BSD City tetap menjadi pesaing kuat. Alam Sutera memiliki daya tarik berupa kedekatan dengan Jakarta Barat serta stok properti yang semakin terbatas sehingga tetap diminati pasar. Sementara BSD City unggul dari sisi lingkungan yang lebih hijau dan menjadi pilihan banyak profesional yang mengadopsi pola kerja hybrid maupun remote working.
“Kalau orang yang mobilitasnya tinggi biasanya lebih suka Alam Sutera karena lebih dekat ke Jakarta. Tapi kalau yang lebih banyak bekerja dari rumah atau tidak harus ke kantor setiap hari, biasanya mereka memilih BSD karena suasananya lebih tenang dan hijau,” jelasnya.
Bagi Lena, daya tarik utama Gading Serpong tetap terletak pada tata kota yang rapi dan kemudahan akses terhadap berbagai fasilitas. Jalan yang lebar, utilitas bawah tanah, keberadaan sekolah, rumah sakit, pusat kuliner, hingga kawasan bisnis yang saling terhubung membuat kawasan ini terus menjadi pilihan utama masyarakat urban.
“Begitu masuk Gading Serpong, kesannya langsung berbeda. Kawasannya tertata, fasilitas lengkap, dan lingkungannya nyaman untuk keluarga. Itu yang membuat orang betah dan akhirnya memilih tinggal di sini,” tutup Lena.

















