Skip to main content

Property & Bank

Agen Properti Ungkap Keuntungan Investasi di Tangerang New City

Tangerang New City
Maria Katarina, Property Consultant Gading Pro (kiri) usai mengikuti uji kompetensi di LSP AREA

Propertynbank.com – Perkembangan kawasan Tangerang New City mulai membuka alternatif baru bagi konsumen properti yang menginginkan hunian dengan ukuran lebih luas namun tetap berada dalam rentang harga yang relatif terjangkau. Kawasan seperti Suvarna Sutera dan Lavon Tangerang New City dinilai memiliki prospek menarik, baik untuk hunian maupun investasi jangka panjang.

Menurut Maria Katarina, Property Consultant Gading Pro, pergeseran minat konsumen ke wilayah Tangerang Kabupaten tidak terlepas dari semakin tingginya harga rumah di kawasan Tangerang Selatan, khususnya BSD dan Gading Serpong.

“Kalau mencari rumah di area Gading Serpong atau BSD dengan harga di bawah Rp2 miliar, biasanya ukuran tanahnya sekitar 4×10 meter. Sementara di Suvarna Sutera, dengan harga Rp1–2 miliar, konsumen bisa mendapatkan rumah dengan luas tanah sekitar 7×15 meter,” ujar Maria.

Tidak hanya pasar secondary, peluang juga tersedia pada produk primary. Menurutnya, rumah baru dengan harga sekitar Rp1,8 miliar masih memungkinkan konsumen mendapatkan luas tanah sekitar 7×15 meter.

Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang membutuhkan ruang lebih besar. Terlebih, perkembangan kawasan Tangerang New City masih cukup panjang karena sejumlah pengembangan kawasan baru terus berjalan.

“Kalau orang ingin mencari rumah yang lebih luas, sekarang mulai melirik ke arah Kabupaten Tangerang. Kawasannya masih berkembang dan konsepnya juga menuju kota mandiri seperti BSD. Jadi menurut saya prospeknya masih bagus, baik untuk investasi maupun hunian,” jelas Maria.

Alternatif dari BSD dan Gading Serpong

Perbandingan harga dan luas bangunan menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika ditawarkan alternatif di Tangerang New City. Maria mengungkapkan, tidak sedikit calon pembeli yang awalnya mencari rumah di BSD kemudian mempertimbangkan Suvarna Sutera setelah melihat perbedaan harga dan luas tanah. Namun, faktor akses tetap menjadi pertimbangan utama.

“Biasanya mereka akan bertanya mengenai akses dan fasilitas. Kalau selisih harganya cukup signifikan dan mereka mendapatkan rumah yang lebih besar, ada yang akhirnya memilih Tangerang. Tetapi semuanya kembali pada kebutuhan,” katanya.

Bagi konsumen yang aktivitas sehari-harinya masih sangat bergantung pada kawasan BSD, jarak menjadi pertimbangan. Sebaliknya, bagi pekerja yang menerapkan pola kerja hybrid atau work from home, kawasan Tangerang New City dinilai lebih fleksibel.

Segmen investor juga menjadi pasar potensial. Maria justru melihat kondisi pasar secondary saat ini sebagai peluang bagi investor karena cukup banyak pemilik unit yang menawarkan propertinya di pasar.

“Sekarang banyak yang mencari secondary untuk investasi. Karena banyak unit yang dijual, harganya menjadi lebih menarik. Jadi menurut saya ini justru momentum yang bagus untuk membeli,” ungkapnya.

Menunggu Penguatan Infrastruktur di Tangerang New City

Prospek kawasan ini juga tidak lepas dari rencana pengembangan infrastruktur dan aksesibilitas. Maria menilai, peningkatan akses jalan dan konektivitas tol dapat menjadi katalis terhadap kenaikan nilai properti di masa mendatang.

Menurutnya, kondisi saat ini justru bisa menjadi momentum sebelum sejumlah rencana infrastruktur terealisasi. Ketika akses semakin mudah dan kawasan berkembang, harga properti berpotensi mengikuti peningkatan nilai kawasan.

“Kalau akses jalannya sudah semakin baik dan konektivitas tol sudah terealisasi, harga properti pasti akan ikut terdorong. Justru menurut saya sekarang momennya,” katanya.

Ia menambahkan, secara historis perkembangan infrastruktur besar seperti jalan tol dapat memberikan dampak terhadap nilai tanah dan properti di sekitarnya. Karena itu, investor perlu melihat potensi kawasan tidak hanya berdasarkan kondisi hari ini, tetapi juga rencana pengembangannya ke depan.

Meski pasar properti saat ini cenderung melambat, Maria menilai harga dari sisi developer relatif masih stabil. Bahkan, masih terdapat pilihan rumah baru di kisaran Rp600 jutaan dengan luas tanah sekitar 4×11 meter.

Produk dengan harga tersebut dinilai dapat menyasar konsumen muda, termasuk keluarga kecil dan generasi yang baru mulai membangun aset.

Agen Properti Dituntut Semakin Profesional

Di tengah pasar yang semakin kompetitif, Maria juga menilai profesionalisme agen properti menjadi semakin penting. Salah satunya melalui sertifikasi kompetensi agen properti yang dilakukan melalui LSP AREA.

Maria sendiri baru mengikuti proses sertifikasi tersebut pada 10 September 2026. Menurutnya, sertifikasi memberikan standar kompetensi yang lebih jelas bagi agen dalam menjalankan profesinya.

“Kalau kita sudah bersertifikasi berarti sudah ada uji kompetensi. Jadi kita lebih teruji dan kompeten untuk membantu owner yang mau menitipkan listing maupun calon pembeli yang sedang mencari rumah,” jelasnya.

Menurut Maria, agen bersertifikasi juga dituntut lebih memahami aspek legalitas dan biaya transaksi. Agen tidak hanya bertugas mempertemukan penjual dengan pembeli, tetapi juga harus mampu memberikan penjelasan mengenai dokumen properti serta komponen biaya yang harus dipersiapkan kedua pihak.

Ia mencontohkan, agen perlu memahami perbedaan dan tingkat keamanan berbagai dokumen kepemilikan serta dapat membantu konsumen memperkirakan biaya transaksi yang akan muncul dalam proses jual beli.

“Dengan sertifikasi, ada pelatihan dan uji kompetensi. Jadi agen properti tidak sekadar menjalankan profesi, tetapi benar-benar memiliki kompetensi dan profesionalisme,” ujarnya.

Maria berharap sertifikasi agen properti semakin dikenal masyarakat. Dengan semakin banyak agen yang tersertifikasi, konsumen maupun pemilik properti diharapkan lebih selektif dalam memilih tenaga profesional untuk membantu transaksi.

“Proses sertifikasi ini sangat bagus. Kita tidak bisa sembarang orang menjalankan profesi agen properti. Ada pelatihan, ada training, ada ujian, sehingga profesi ini semakin profesional dan diakui,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan