
Propertynbank : PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) berhasil menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan memenuhi kuorum yang dipersyaratkan. Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2 miliar yang berasal dari laba tahun buku 2025.
Presiden Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Adam Bilfaqih, mengatakan keputusan pembagian dividen tersebut memperoleh persetujuan sekitar 99,99% pemegang saham yang hadir dalam rapat.
Menurut Adam, pembagian dividen menjadi bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham yang selama ini telah mendukung dan loyal terhadap DADA. “kita ingin memberikan apresiasi kepada pemegang saham yang sudah loyal kepada Diamond,” ujar Adam pada Kamis (24/09/2026).
Selain keputusan mengenai dividen, manajemen DADA juga tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan, salah satunya melalui pengembangan produk Apple Kost di sejumlah lokasi.
Adam mengatakan Apple Kost menjadi salah satu produk yang akan terus dikembangkan oleh perseroan ke depan. DADA berencana menyiapkan Apple Kost di beberapa lokasi sebagai bagian dari pengembangan portofolio bisnis properti perusahaan.
“Untuk pengembangan yang lain kita juga akan mengembangkan produk Apple Kost ini, kita akan siapkan di beberapa lokasi,” kata Adam.
Pengembangan Apple Kost tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi pendapatan berulang (recurring income) perseroan. Saat ini, kontribusi recurring income DADA disebut berada di kisaran 20%.
Manajemen melihat peluang peningkatan kontribusi pendapatan berulang masih terbuka melalui pengembangan produk-produk baru, termasuk produk yang memiliki karakteristik hunian sekaligus menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Selain Apple Kost, DADA juga tengah mendorong produk baru bernama WOHO (Work Office Home Office). Produk ini mengusung konsep unit yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus ruang kerja, dengan karakteristik menyerupai ruko tetapi berada dalam kompleks apartemen.
Target Pertumbuhan Semester II
Dari sisi kinerja, manajemen optimistis pertumbuhan pendapatan dapat berlanjut pada semester II 2026. Setelah mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba pada semester I, perseroan berharap pendapatan pada semester II dapat meningkat sekitar 25% dibandingkan semester I.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan Diamond Citra Propertindo pada 2025 mencapai Rp43,13 miliar, naik 16,47% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Rp37,03 miliar pada 2024.
Sementara kontribusi terbesar pendapatan DADA pada 2025, berasal dari proyek Apple 3 yang mencapai Rp41,68 miliar. Apple 3 merupakan proyek low-rise apartment di Cilandak, Jakarta Selatan. Pendapatan DADA juga didukung dari proyek Apple residence 1, dan Sewa Dave apartemen.
DADA membukukan laba netto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,5 miliar pada 2025, naik 216,9% dibandingkan dengan Rp1,11 miliar pada 2024. Dengan demikian, dividen Rp2 miliar setara dengan sekitar 57,1% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2025.
Memasuki 2026, Adam mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja setelah mencatatkan peningkatan pada semester I/2026. Perseroan berharap pendapatan pada semester II/2026 kembali meningkat sekitar 25% dibandingkan capaian semester I/2026.
“Dengan semester I ini pendapatan naik, di semester II juga ini bisa ada kenaikan lagi. Mungkin 25% dari kenaikan dari semester I,” ujarnya.
Pada semester I/2026, DADA membukukan pendapatan neto Rp20,55 miliar, melonjak 281,0% dibandingkan dengan Rp5,39 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba usaha menjadi Rp6,55 miliar dari sebelumnya Rp746,23 juta. Sementara itu, laba neto tahun berjalan tercatat Rp6,04 miliar, meningkat sekitar 2.651% dibandingkan dengan Rp219,68 juta pada semester I/2025.
Adam mengatakan sejumlah proyek eksisting akan menjadi penopang penjualan perseroan pada paruh kedua 2026. Di antaranya proyek Apple Residences 3 serta persediaan unit di Apple Residences 1 dan Dave Apartment. Selain itu, DADA tengah memperkenalkan produk baru dengan konsep Woho atau work office home office. Produk tersebut merupakan unit apartemen yang dirancang agar dapat digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus ruang bekerja.
Meski demikian, Adam belum memerinci target pendapatan dan laba DADA untuk sepanjang 2026. Namun, dia mengatakan perseroan memperkirakan laba akan lebih tinggi dan membuka kemungkinan peningkatan pembagian dividen pada tahun-tahun berikutnya. “Dengan proyeksi laba yang lebih tinggi, dividennya juga akan lebih tinggi,” pungkasnya.
















