Skip to main content

Property & Bank

WSBP Tunda Pembayaran Kupon Obligasi, Fokus Perkuat Cash Flow dan Efisiensi

wsbp
Aktifitas salah seorang karyawan Waskita Beton Precast

Propertynbank.com – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengungkapkan tengah menghadapi tekanan likuiditas yang berdampak pada pemenuhan kewajiban Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) serta pembayaran kupon obligasi.

Kondisi tersebut disampaikan Perseroan sehubungan dengan kewajiban pembayaran CFADS yang jatuh tempo pada 25 September 2026. Tekanan likuiditas terutama dipengaruhi tidak tercapainya target penerimaan kas dari piutang usaha pelanggan. Selain itu, kenaikan harga material turut memberikan tekanan terhadap kecukupan arus kas perusahaan.

Kondisi tersebut berdampak pada penundaan pembayaran kupon ke-8 Obligasi Waskita Beton Precast I Tahun 2022 dan Obligasi Waskita Beton Precast II Tahun 2022.

Kepala Divisi Corporate Secretary PT Waskita Beton Precast Tbk, Fandy Dewanto, mengatakan Perseroan tetap berupaya memenuhi kewajiban tersebut dengan mengacu pada ketentuan yang telah disepakati.

“Perseroan tengah melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan CFADS dan pemenuhan kewajiban pembayaran kupon Obligasi Waskita Beton Precast I dan II sesuai dengan ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi,” ujar Fandy Dewanto dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Perseroan menargetkan ketersediaan CFADS untuk pembayaran kupon obligasi tersebut dapat dipenuhi dalam jangka waktu paling lambat 90 hari.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami juga akan terus berkoordinasi dengan Wali Amanat untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan perjanjian yang berlaku,” lanjutnya.

WSBP Fokus Perkuat Arus Kas

Untuk mengatasi tekanan likuiditas sekaligus memenuhi sisa kewajiban CFADS, Waskita Beton Precast menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Fandy menjelaskan, salah satu fokus Perseroan adalah memastikan proses produksi atas kontrak yang sedang berjalan tetap berlangsung. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus mendukung pemenuhan kewajiban perusahaan.

“Perseroan memastikan proses produksi atas kontrak yang berjalan tetap dilakukan. Di saat yang sama, komunikasi dengan pelanggan terus diperkuat untuk memastikan penerimaan kas atas piutang usaha dapat berjalan secara optimal,” jelas Fandy.

Selain itu, WSBP mengevaluasi berbagai opsi penyelesaian piutang dengan pelanggan, termasuk upaya hukum yang tersedia dan terukur terhadap piutang usaha yang telah jatuh tempo.

Perseroan juga mengimplementasikan program efisiensi beban usaha sebagai bagian dari langkah menjaga arus kas dan meningkatkan efisiensi operasional.

Produksi dan Proyek Tetap Berjalan

Di tengah tekanan arus kas, kegiatan operasional Waskita Beton Precast tetap berjalan. Perseroan saat ini tengah memenuhi kebutuhan produksi untuk suplai produk beton precast dan readymix ke sejumlah proyek infrastruktur.

Beberapa proyek yang mendapatkan suplai produk perusahaan antara lain Proyek Tol Kayu Agung–Palembang–Betung, Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Tangguh UCC On Shore Project Papua, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, serta New Priok Eastern Access (NPEA).

“Kelangsungan proses produksi dan penyelesaian kontrak yang berjalan menjadi bagian penting dari upaya Perseroan menjaga keberlanjutan kegiatan usaha dan mendukung pemulihan arus kas,” kata Fandy.

Selain memasok produk beton precast dan readymix, WSBP juga tengah menyelesaikan sejumlah pekerjaan konstruksi, antara lain pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali serta pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate.

Komitmen terhadap Keterbukaan Informasi

Fandy menegaskan bahwa Perseroan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam penyelesaian kewajiban CFADS dan pembayaran kupon obligasi.

“WSBP tetap berkomitmen menjaga keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan. Kami juga terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance atau GCG serta keberlanjutan usaha,” pungkasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Perseroan berupaya menjaga kegiatan operasional tetap berjalan sekaligus menyelesaikan kewajiban keuangan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan