Skip to main content

Property & Bank

ICM Raih Top Nasional Property Management Company di Ajang IPBA 2026

ICM
Chief Executive Officer Inner City Management, Krisdiarto Adi Pranoto (tengah)

Propertynbank.com – Pengelolaan properti kini menghadapi tuntutan yang semakin kompleks. Tidak cukup hanya memastikan gedung beroperasi dengan baik, perusahaan property management juga dituntut mampu menciptakan lingkungan yang nyaman, membangun komunitas penghuni, serta menerapkan prinsip keberlanjutan.

Perubahan kebutuhan tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang dikembangkan Inner City Management (ICM) dalam mengelola berbagai properti di Indonesia.

Atas konsistensinya tersebut, ICM meraih penghargaan Top Nasional Property Management Company dalam ajang 20th Annual Indonesia Property & Bank Award (IPBA) 2026 yang diselenggarakan Journalist Media Network (JMN).

Penghargaan ini sekaligus menyoroti kiprah ICM dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas cakupan bisnis dan standar pengelolaan properti di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam proses penjurian IPBA 2026, sejumlah aspek menjadi pertimbangan, mulai dari kualitas layanan, perkembangan bisnis, hingga cakupan properti yang dikelola. Dewan juri juga melakukan peninjauan terhadap sejumlah apartemen yang berada dalam pengelolaan ICM.

Chief Executive Officer Inner City Management Krisdiarto Adi Pranoto mengatakan, penghargaan tersebut menjadi validasi terhadap pendekatan perusahaan dalam menjawab perkembangan kebutuhan industri property management.

“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas konsistensi ICM dalam memberikan layanan pengelolaan properti. Di saat yang sama, ini menjadi validasi bahwa pendekatan yang kami kembangkan relevan dengan perubahan ekspektasi penghuni dan pengguna properti yang semakin memperhatikan kualitas pengalaman, lingkungan, dan komunitas,” ujar Krisdiarto dalam siaran pers.

Pengelolaan Properti Tak Lagi Sekadar Operasional

Menurut Krisdiarto, perubahan karakter penghuni dan pengguna properti turut menggeser peran perusahaan pengelola aset.

Jika sebelumnya pengelolaan lebih banyak berfokus pada operasional, pemeliharaan bangunan, serta layanan teknis, kini aspek pengalaman penghuni dan kualitas lingkungan menjadi semakin penting.

Karena itu, ICM mengembangkan pendekatan yang menggabungkan operasional properti dengan aspek keberlanjutan dan pembangunan komunitas.

“Operasional yang optimal tetap menjadi fokus utama. Namun, property management ke depan harus terus menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi penghuni, membangun komunitas yang positif, dan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan,” jelas Krisdiarto.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui berbagai program di sejumlah site yang dikelola ICM. Dari sisi lingkungan, perusahaan memiliki fasilitas pengolahan sampah dan limbah, termasuk sistem pengelolaan sampah terpadu di beberapa properti.

ICM juga mengelola sekitar 10,25 juta liter air limbah domestik setiap hari melalui sistem Sewage Treatment Plant (STP) yang terdapat di berbagai kawasan properti dalam portofolionya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan pengelolaan properti tidak hanya berorientasi pada kelancaran operasional, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas kawasan.

Bangun Komunitas Penghuni

Aspek sosial juga menjadi perhatian dalam pengelolaan properti ICM. Bersama Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPRS), ICM mendorong terbentuknya berbagai komunitas di lingkungan hunian.

Komunitas tersebut hadir melalui beragam aktivitas, mulai dari olahraga seperti tenis meja, basket, catur, hingga kegiatan seni dan budaya.

Keberadaan komunitas dinilai dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat antar penghuni. Tidak hanya menjadi kegiatan rekreatif, komunitas juga membuka peluang kolaborasi dan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Bagi pengelola properti, kondisi tersebut menjadi salah satu elemen yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman penghuni.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap properti yang kami kelola tidak hanya terjaga secara operasional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang nyaman, membangun komunitas, dan menciptakan nilai dalam jangka panjang,” kata Krisdiarto.

ICM Kelola Puluhan Properti di Indonesia

Saat ini, ICM mengelola lebih dari 35 site apartemen di berbagai wilayah Indonesia. Portofolionya mencakup sejumlah apartemen di Jakarta, Medan, hingga Bali.

Di Jakarta, beberapa properti yang dikelola antara lain Apartemen Kalibata City, Gading Mediterania Residences, Madison Park, dan Green Bay Pluit.

Sementara di luar Jakarta terdapat Apartemen Podomoro City Deli di Medan serta Parahyangan Residences di Badung. Selain apartemen, ICM juga menjadi konsultan pengelola untuk sejumlah kawasan rumah tapak atau landed house dan pusat perbelanjaan.

Dengan cakupan portofolio yang semakin luas, perusahaan melihat kebutuhan terhadap standar property management yang konsisten juga semakin besar.

Krisdiarto menilai, pengelolaan properti ke depan harus mampu menjawab tiga kebutuhan utama secara bersamaan, yakni menjaga kualitas operasional, menghadirkan pengalaman penghuni yang lebih baik, serta menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas.

“Penghargaan ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pengelolaan properti di Indonesia,” tutupnya.

Melalui pendekatan tersebut, ICM berupaya menempatkan property management sebagai bagian strategis dari siklus kehidupan sebuah aset. Bukan hanya menjaga properti tetap berfungsi, tetapi juga memastikan aset mampu memberikan nilai tambah bagi pemilik, penghuni, pengguna, dan komunitas dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan