Skip to main content

Property & Bank

Menekraf Dorong Talenta Perempuan Desa Masuk Ekosistem Properti dan Perbankan

Menekraf
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Journalist Media Network (JMN) dan Srikandi Jaga Desa

Propertynbank.com – Perempuan di desa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus menciptakan produk bernilai tambah yang dapat masuk ke pasar yang lebih luas. Peluang tersebut semakin terbuka melalui kolaborasi antara ekosistem ekonomi kreatif, komunitas perempuan desa, serta industri properti dan perbankan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi Indonesia Property&Bank dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (7/9).

Dalam pertemuan tersebut, potensi Srikandi Jaga Desa menjadi salah satu perhatian. Perempuan desa tidak hanya dipandang sebagai pelaku usaha berbasis lokal, tetapi juga sebagai talenta kreatif yang karyanya dapat dikembangkan agar mampu memasuki rantai pasar yang lebih besar.

Menurut Teuku Riefky, jejaring yang dimiliki Indonesia Property&Bank di sektor properti dan perbankan dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk perempuan yang mengembangkan usaha dari desa.

“Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky.

Ia menilai, subsektor arsitektur, desain, dan kriya memiliki keterkaitan erat dengan industri properti. Karya kreatif berbasis lokal, termasuk yang dikembangkan oleh perempuan desa, berpotensi menjadi bagian dari identitas sebuah kawasan maupun produk properti.

Karena itu, pengembangan kapasitas menjadi bagian penting agar produk dan karya kreatif tidak berhenti sebagai produk lokal. Penguatan desain, kemasan, sertifikasi halal, publikasi, hingga pemanfaatan platform digital diperlukan agar pelaku usaha memiliki daya saing dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Dari Desa Menuju Pasar Properti

Kolaborasi ini juga membuka kemungkinan agar produk dan talenta perempuan desa dapat terhubung dengan berbagai proyek properti. Kriya lokal, desain produk, elemen interior, hingga produk kreatif lainnya dapat dikembangkan menjadi bagian dari konsep kawasan dan properti yang mengedepankan identitas lokal.

Dengan pendekatan tersebut, perempuan desa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program pemberdayaan, tetapi sebagai produsen, kreator, dan pemilik karya yang memiliki nilai ekonomi.

Teuku Riefky juga melihat pentingnya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan sektor perbankan. Menurutnya, pemahaman mengenai kekayaan intelektual dan akses pembiayaan perlu diperkuat agar karya kreatif dapat berkembang menjadi aset ekonomi.

“Kita juga bisa membuat forum yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan perbankan, sehingga pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan tidak berhenti pada konsep. Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” kata Menteri Ekraf.

Sementara itu, CEO Journalist Media Network (JMN) Indra Utama, mengatakan pihaknya melihat peluang besar untuk membawa talenta perempuan desa dan pelaku ekonomi kreatif masuk ke ekosistem industri yang lebih luas.

“Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan ekonomi kreatif dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti,” ujarnya.

Menekraf Raih Penghargaan IPBA

Komitmen Teuku Riefky dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sebelumnya mendapat apresiasi melalui penghargaan “The National Person Supports the Enhancement of the Creative Economy” pada gelaran 20th Annual Indonesia Property&Bank Award (IPBA) 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Momentum tersebut kini dapat dikembangkan lebih jauh dengan mempertemukan tiga kekuatan, yakni talenta perempuan desa, ekonomi kreatif, dan industri properti. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu membuka pasar baru sekaligus menciptakan peluang pembiayaan bagi pelaku usaha kreatif di daerah.

Bagi perempuan desa, terbukanya akses tersebut bukan sekadar soal memperluas penjualan produk. Lebih jauh, hal ini menjadi peluang untuk membawa potensi lokal naik kelas, menciptakan lapangan ekonomi, sekaligus menempatkan karya perempuan desa sebagai bagian dari pertumbuhan industri kreatif dan properti nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan