
Propertynbank.com – Strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mendapat apresiasi dalam ajang Indonesia Property&Bank Award (IPBA) ke-20 Tahun 2026, yang digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026 lalu, Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Tidak hanya perusahaan, penghargaan juga diberikan kepada Direktur Utama WINR, Yusmen Liu, sebagai pengakuan atas visi pengembangan bisnis yang dinilai semakin beragam.
Dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan Journalist Media Network (JMN) tersebut, WINR meraih penghargaan “The Most Expansive of Mid Scale Property Developer 2026”. Sementara Laxo Global Akses (LGA) memperoleh penghargaan “The Most Recommended Digital Internet Service Provider Solutions for the Rural Digital Ecosystem Development”. Adapun Direktur Utama WINR Yusmen Liu menerima penghargaan “Young Developer with Diversified Business Vision”.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap kiprah WINR dalam memperluas bisnis, baik melalui ekspansi geografis, pengembangan sektor hospitality, maupun diversifikasi menuju infrastruktur digital.
Indonesia Property&Bank Award merupakan ajang apresiasi yang memberikan penghargaan kepada perusahaan, pengembang, perbankan dan pelaku industri yang dinilai memiliki kinerja, inovasi serta kontribusi terhadap perkembangan industri properti dan sektor terkait di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ke-20, IPBA kembali menjadi salah satu momentum untuk menyoroti berbagai strategi dan inovasi pelaku industri properti nasional.
Lima Proyek Jabodetabek
Penghargaan sebagai The Most Expansive of Mid Scale Property Developer 2026 sejalan dengan agresivitas WINR dalam memperluas proyek pengembangan.
Pada semester pertama 2026, perseroan telah menyiapkan lima proyek strategis di kawasan Jabodetabek yang dikembangkan secara bertahap pada periode 2026–2027. Kelima proyek tersebut menyasar lokasi di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, dengan target marketing sales sekitar Rp400 miliar.
Ekspansi tersebut didukung meningkatnya kebutuhan hunian di kawasan penyangga Jakarta serta pembangunan infrastruktur transportasi seperti LRT, MRT dan jaringan jalan tol yang turut memperkuat konektivitas kawasan.
Yusmen Liu sebelumnya mengatakan WINR melihat 2026 sebagai momentum untuk mempercepat ekspansi setelah industri properti melewati fase stabilisasi.
Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan ekspansi lebih luas ke Pulau Jawa. Memasuki semester kedua 2026, WINR menyiapkan 10 proyek baru, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, dengan target marketing sales mencapai sekitar Rp880 miliar.
Dengan demikian, ekspansi Jabodetabek dan Pulau Jawa menjadi bagian penting dari roadmap WINR untuk memperkuat posisinya sebagai pengembang properti nasional.
Winner Nusantara Jaya Perkuat Bisnis Hospitality di Batam
Selain hunian dan kawasan komersial, WINR juga memperluas bisnis ke sektor hospitality melalui kerja sama dengan Artotel Group.
Tiga hotel yang akan dikelola Artotel Group adalah ROOMS INC Baloi Batam, Artotel Casa Tiban Batam, dan Artotel Trans Barelang Batam. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sumber pendapatan berulang (recurring income) perseroan.
Dari tiga proyek tersebut, ROOMS INC Baloi Batam menjadi hotel yang paling dekat dengan tahap operasional. Hotel bintang tiga dengan 64 kamar di Tower A serta fasilitas meeting room dan café di Tower B tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Sementara itu, Artotel Casa Tiban dan Artotel Trans Barelang menjadi bagian dari pengembangan lanjutan hospitality WINR di Batam yang direncanakan mulai dibangun pada tahun ini.
Artotel Casa Tiban merupakan hotel bintang empat dengan lima tower dan total 265 unit di kawasan Winner Mangrove. Adapun Artotel Trans Barelang terdiri dari tiga tower dengan total 201 unit dan berada di kawasan Winner Gosyen Park, dekat Jembatan Barelang.
Pengembangan ketiga hotel tersebut memperlihatkan upaya WINR memperluas sumber pendapatan dari bisnis properti, tidak hanya melalui penjualan unit tetapi juga melalui aset hospitality yang dapat menghasilkan pendapatan berulang.
Properti Berpadu Infrastruktur Digital
Diversifikasi WINR semakin terlihat melalui langkah perseroan mengakuisisi 60% saham PT Laxo Global Akses (LGA), perusahaan penyedia layanan internet dan infrastruktur digital.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi WINR membangun ekosistem properti berbasis digital. Infrastruktur LGA nantinya dapat mendukung layanan internet, fiber optik, smart home, smart security, Internet of Things (IoT), hingga berbagai layanan digital lainnya.
Strategi tersebut juga mendukung rencana pengembangan kawasan berbasis Smart City di Bogor, yang pada tahap awal direncanakan sekitar 30 hektare dan dapat berkembang secara bertahap hingga sekitar 1.000 hektare.
“Kami ingin membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah bagi penghuni, tenant, dan seluruh pemangku kepentingan. Selain memperkuat daya saing proyek-proyek Perseroan, kami melihat potensi terciptanya sumber pendapatan berulang (recurring revenue),” ujar Yusmen Liu.
Pengembangan bisnis digital inilah yang turut menguatkan penghargaan untuk LGA sebagai The Most Recommended Digital Internet Service Provider Solutions for the Rural Digital Ecosystem Development.
Yusmen Liu, Developer dengan Visi Diversifikasi
Sementara penghargaan Young Developer with Diversified Business Vision yang diterima Yusmen Liu merefleksikan arah strategi WINR yang semakin beragam.
Di bawah kepemimpinannya, WINR tidak hanya memperluas proyek ke Jabodetabek, Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga masuk ke sektor hospitality serta infrastruktur digital.
“Ke depan, WINR tidak hanya ingin dikenal sebagai pengembang properti, tetapi juga sebagai pengembang kawasan modern yang mengintegrasikan infrastruktur digital, konektivitas, teknologi, dan layanan dalam satu ekosistem,” ungkap Yusmen.
Rangkaian penghargaan dalam IPBA ke-20 Tahun 2026 tersebut sekaligus memperlihatkan transformasi WINR dari pengembang properti menjadi perusahaan yang membangun ekosistem kawasan terintegrasi, dengan menggabungkan ekspansi proyek, hospitality, teknologi dan infrastruktur digital sebagai sumber pertumbuhan baru.
















