Skip to main content

Property & Bank

BP Tapera dan Bank Jakarta Perluas Akses FLPP untuk PJLP di Jakarta

bp tapera
Dukungan pembiayaan diperolah dari sinergi lintas lembaga

Propertynbank.com – Akses pembiayaan rumah subsidi bagi pekerja berpenghasilan rendah di Jakarta terus diperluas. Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Bank Jakarta melakukan sosialisasi fasilitas pembiayaan perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di lingkungan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Sosialisasi yang berlangsung di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tersebut diikuti lebih dari 200 petugas PJLP. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan skema pembiayaan rumah subsidi sekaligus membuka akses kepemilikan rumah bagi kelompok pekerja yang selama ini menghadapi tantangan harga hunian di wilayah Jakarta.

Bank Jakarta selaku mitra kerja BP Tapera menilai program tersebut sejalan dengan semangat memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Komitmen itu juga dikaitkan dengan cita-cita Proklamator Bung Hatta dalam mendorong pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryato Widodo, mengungkapkan bahwa hingga 2026, penyaluran FLPP Bank Jakarta telah menjangkau 88 debitur yang berasal dari PJLP Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayah Jakarta. Total nilai pembiayaan yang disalurkan mencapai sekitar Rp15 miliar.

Menurut Agus, capaian tersebut masih menjadi tahap awal. Ke depan, Bank Jakarta akan mengembangkan pendekatan berbasis ekosistem agar akses pembiayaan perumahan dapat menjangkau lebih banyak pekerja di lingkungan Pemprov Jakarta.

“Angka 88 ini merupakan starting point. Pendekatan ke depan akan kita ubah dari individual menjadi berbasis ekosistem. Kami akan bergerak proaktif melalui screening dan mapping,” ujar Agus.

Ia menambahkan, Bank Jakarta siap menjadikan FLPP sebagai bagian dari ekosistem perumahan yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jakarta. Dengan pendekatan tersebut, proses identifikasi calon penerima manfaat diharapkan menjadi lebih terarah dan dapat memperluas jangkauan pembiayaan.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan pihaknya terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan perbankan sebagai mitra penyalur pembiayaan perumahan.

“Kami berkomitmen bersama untuk membantu prosesnya. Kami harapkan bank dapat membuka peluang bagi para calon debitur lebih lebar, seperti dengan kemudahan yang diberikan pemerintah melalui relaksasi SLIK OJK,” kata Heru.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menilai akses rumah subsidi menjadi semakin penting di tengah tantangan penyediaan hunian di Jakarta, termasuk harga rumah yang terus meningkat.

“Semoga upaya kita bersama ini bisa terealisasi tidak terlalu lama. Dengan Program Tiga Juta Rumah, targetnya pada 2029 seluruh PJLP sudah dapat memiliki rumah sendiri,” terang Syafrin.

Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan melalui penyediaan posko pengurusan rumah subsidi di tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah ini diharapkan dapat membantu PJLP memperoleh informasi dan pendampingan dalam proses pengajuan pembiayaan.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut melalui sambungan video call dengan para peserta yang hadir di TPU Tanah Kusir.

BP Tapera Sosialisasi FLPP

Sosialisasi program FLPP dipimpin Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, bersama tim BP Tapera. Selain pemaparan mengenai fasilitas pembiayaan rumah subsidi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada para petugas yang mengurus makam Pahlawan Proklamator, Bung Hatta.

Kolaborasi BP Tapera, Bank Jakarta, dan Pemerintah Provinsi Jakarta ini menunjukkan bahwa perluasan kepemilikan rumah tidak hanya membutuhkan dukungan pembiayaan, tetapi juga sinergi lintas lembaga. Bagi kelompok PJLP, pendekatan berbasis ekosistem diharapkan dapat mempermudah akses informasi, proses administrasi, hingga pembiayaan rumah subsidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan