
Propertynbank.com – Di tengah melambatnya penjualan di sejumlah lokasi, apartemen di kawasan Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara, justru masih memiliki prospek menarik di tengah dinamika pasar properti. Selain didukung kawasan yang telah berkembang, permintaan sewa dari ekspatriat dan pelaku usaha turut mendorong minat investor terhadap apartemen, terutama di pasar sekunder.
Chandra, Vice Principle GadingPro MOI, mengatakan perkembangan pasar apartemen di kawasan tersebut menunjukkan tren positif sejak 2024, setelah sebelumnya mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19.
Menurutnya, ketika mulai menangani pemasaran apartemen MOI pada 2022, harga unit dua kamar tidur masih berkisar Rp600 juta hingga Rp650 juta. Bahkan, pada masa pandemi, sejumlah pemilik melepas unit dengan harga sekitar Rp500 juta karena membutuhkan dana cepat.
Memasuki 2023, harga relatif stagnan dengan penawaran unit berperabot mencapai sekitar Rp675 juta. Pergerakan mulai terlihat pada 2024, seiring meningkatnya harga properti baru. Sementara itu, harga apartemen pasar sekunder masih banyak berada di bawah Rp800 juta.
“Sejak 2025 sampai sekarang, harga terus bergerak naik. Saat ini, harga penawaran sejumlah unit di MOI sudah mencapai sekitar Rp980 juta, tergantung tipe dan kondisi unit,” ujar Chandra usai mengikuti uji kompetensi pemasar properti di LSP Area, Jakarta, Selasa (20/10).
Pasar Sewa MOI Jadi Daya Tarik
Selain potensi kenaikan harga, pasar sewa menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya tarik investasi apartemen MOI. Chandra melihat meningkatnya aktivitas ekspatriat, termasuk warga negara China dan Korea Selatan, ikut mendorong kebutuhan hunian di Kelapa Gading.
Sebagian ekspatriat bekerja di perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Kedekatan antara tempat tinggal, kantor, pusat perbelanjaan, restoran, dan fasilitas penunjang menjadi pertimbangan dalam memilih hunian.
Aktivitas ekonomi juga berkembang seiring kehadiran pelaku usaha asing yang membuka restoran, barbershop, klinik, hingga usaha perawatan wajah. Ekosistem ini dinilai mendukung kebutuhan hunian bagi pekerja maupun pelaku usaha.
Chandra menjelaskan, tarif sewa unit yang belum direnovasi berkisar Rp60 juta per tahun. Sementara itu, apartemen yang telah direnovasi dan dilengkapi interior dapat disewakan sekitar Rp85 juta hingga Rp90 juta per tahun.
“Unit yang sudah direnovasi dan siap ditempati cenderung lebih diminati. Ada investor yang membeli unit, merenovasinya, kemudian menyewakan atau menjualnya kembali,” jelas Chandra yang sudah menekuni profesi sebagai pemasar properti sejak 2022 silam.
Strategi tersebut membuka peluang bagi investor yang ingin memperoleh keuntungan dari pendapatan sewa maupun kenaikan nilai aset. Meski demikian, perhitungan investasi tetap perlu memperhitungkan biaya pembelian, renovasi, perawatan, pengelolaan, serta risiko unit tidak tersewa.
Didukung Kawasan Terpadu
Menurut Chandra, keunggulan MOI terletak pada ekosistem kawasan yang telah terbentuk. Penghuni dapat mengakses pusat perbelanjaan, restoran, apotek, klinik, dan berbagai kebutuhan sehari-hari dalam satu area.
MOI juga menawarkan beragam pilihan hunian melalui beberapa kelompok apartemen, antara lain City Home, French Walk, Gading Resort Residence, dan The Villas.
Fasilitas kawasan dan ketersediaan parkir juga menjadi pertimbangan calon penghuni. Menurut Chandra, kawasan MOI memiliki keunggulan karena aktivitas hunian dan komersial telah terintegrasi, sehingga kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi tanpa harus bepergian jauh.
Peluang di Pasar Sekunder
Chandra menilai pasar apartemen MOI tidak hanya menarik bagi investor lokal, tetapi juga pembeli yang berdomisili di luar negeri. Ia mencontohkan investor yang bekerja di Dubai dan membeli sejumlah unit untuk disewakan.
Menurutnya, sebagian investor memilih unit pasar sekunder karena dapat langsung direnovasi dan dipasarkan kembali tanpa harus menunggu pembangunan proyek baru.
Meski demikian, calon pembeli perlu mencermati harga transaksi aktual, kondisi bangunan, biaya pengelolaan, potensi sewa, dan tingkat keterisian unit sebelum mengambil keputusan.
Dengan dukungan fasilitas kawasan yang matang dan permintaan sewa yang masih terlihat, apartemen MOI Kelapa Gading berpotensi menjadi alternatif investasi properti di Jakarta Utara. Namun, hasil investasi tetap bergantung pada pemilihan unit, harga pembelian, serta strategi pengelolaan aset.
















