Skip to main content

Property & Bank

Pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi Dorong Kebutuhan Ruang Usaha

kota bekasi
Jade Boulevard, Summarecon Bekasi

Propertynbank.com – Meningkatnya aktivitas ekonomi dan investasi di Kota Bekasi turut membuka peluang bagi perkembangan sektor properti, khususnya kawasan komersial. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi mencatat realisasi investasi sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp9,7 triliun atau sekitar 81% dari target tahunan sebesar Rp12,2 triliun.

Sektor properti tercatat sebagai penyumbang investasi terbesar kedua setelah industri. Sementara sektor telekomunikasi, perdagangan, dan jasa turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan investasi di wilayah tersebut.

Perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan ruang usaha yang didukung kawasan hunian, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik. Salah satu kawasan yang mengalami perkembangan tersebut adalah Summarecon Bekasi, yang dalam 16 tahun pengembangannya telah mengintegrasikan fungsi residensial, komersial, dan berbagai fasilitas penunjang.

Dinamika pasar tersebut juga mendorong pengembang memperluas pilihan properti komersial. Terbaru, PT Summarecon Agung Tbk melalui kawasan Summarecon Bekasi menghadirkan Jade Boulevard, proyek ruko yang berlokasi di Bulevar Utara.

Peluncuran Jade Boulevard berlangsung pada 4 November 2026 di Plaza Summarecon Bekasi. Kehadiran produk komersial ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan usaha yang menyasar kebutuhan bisnis di tengah pertumbuhan aktivitas ekonomi dan populasi kawasan.

Potensi Pasar Kota Bekasi Ditopang Aktivitas Kawasan

Salah satu faktor yang memengaruhi prospek properti komersial adalah ketersediaan pasar di sekitar lokasi. Summarecon Bekasi memiliki basis penghuni dari 13 klaster hunian tapak dengan total 3.293 unit.

Selain kawasan residensial, aktivitas ekonomi juga ditopang sejumlah fasilitas pendidikan, keagamaan, dan hunian vertikal. BINUS University memiliki komunitas sekitar 3.100 orang, sementara Masjid Raya dan Sekolah Islam Al Azhar mencapai sekitar 2.000 orang. Sekolah BPK Penabur memiliki komunitas sekitar 2.500 orang, ditambah sekitar 4.500 penghuni Apartemen The SpringLake dan The SpringLake View.

Konsentrasi aktivitas tersebut membentuk potensi pasar bagi berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, ritel, jasa, hingga kebutuhan sehari-hari. Namun, keberlanjutan bisnis komersial tetap bergantung pada kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan konsumen dan menjaga daya saing di tengah bertambahnya pilihan tempat usaha.

Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, mengatakan pengembangan Jade Boulevard merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan properti komersial yang mempertimbangkan aspek desain, fungsi, dan lokasi.

“Pertumbuhan kawasan serta bertambahnya fasilitas pendukung turut mendorong perkembangan Summarecon Bekasi sebagai pusat aktivitas hunian, bisnis, kuliner, dan gaya hidup masyarakat,” ujar Magdalena dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11).

Ruko Tiga Lantai dengan Konsep Fleksibel

Jade Boulevard dikembangkan di jalur Bulevar Utara yang memiliki lebar jalan atau right of way (ROW) 30 meter. Posisi bangunan yang menghadap langsung ke boulevard menjadi salah satu pertimbangan dalam mendukung visibilitas kegiatan usaha.

Secara desain, bangunan mengusung fasad modern dengan tiga lantai dan tata ruang yang dapat disesuaikan dengan berbagai kebutuhan bisnis. Ketinggian plafon mencapai 4,5 meter pada lantai dasar serta 3,8 meter pada lantai dua dan tiga.

kota bekasi, Jade Boulevard
Launching produk disambut antusias

Pengembang menyediakan dua pilihan tipe, yakni tipe standar dengan dimensi 5 x 16,5 meter, luas tanah 82,5 meter persegi, dan luas bangunan 248 meter persegi. Sementara tipe hoek memiliki dimensi 7 x 16,5 meter, luas tanah 140,25 meter persegi, dan luas bangunan 401 meter persegi.

Sebanyak 19 unit ruko dipasarkan dalam proyek ini dengan dukungan 55 slot parkir. Harga penawaran perdana dimulai dari kisaran Rp4,5 miliar. Adapun pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan sejak penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Aktivitas Komersial Terus Berkembang

Perkembangan properti komersial di Summarecon Bekasi juga ditandai dengan bertambahnya sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor. Di bidang otomotif, kawasan ini telah memiliki BMW & MINI Summarecon Bekasi dan BYD. Sementara Lepas Indonesia dijadwalkan hadir pada awal 2027.

Sektor kuliner juga menunjukkan perkembangan dengan rencana kehadiran restoran Pagi Sore pada awal 2027. Selain itu, kawasan BCBD Lakeside dengan konsep tepi danau mulai diisi sejumlah tenant, antara lain Raindear, Lenteras Cafe, Tekko Premium, dan Roti Romi.

Roti Romi direncanakan menempati area sekitar 1.000 meter persegi dengan konsep bangunan rumah Joglo dan operasional selama 24 jam. Sementara di sektor kesehatan, RS Permata Keluarga telah beroperasi di kawasan Bekasi CBD.

Bertambahnya fasilitas dan pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kawasan terpadu tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga kemampuan menghadirkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi pasar properti komersial, keberadaan penghuni, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, serta pusat aktivitas masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk permintaan ruang usaha. Tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pasokan properti komersial dan kebutuhan pasar agar kawasan dapat berkembang secara produktif dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan