
Propertynbank.com – Pasar properti Bengkulu masih didominasi permintaan rumah subsidi, seiring kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di sisi lain, segmen rumah komersial juga menunjukkan perkembangan, terutama untuk konsumen dari kalangan pekerja dengan penghasilan tetap, aparatur sipil negara (ASN), hingga pasangan muda yang baru menikah.
Ragil Sunahar, Founder Bengkulu Properti, mengatakan bahwa permintaan rumah subsidi masih menjadi salah satu penggerak utama pasar properti di Bengkulu. Kondisi tersebut mendorong sejumlah pengembang membuka lahan baru untuk pembangunan perumahan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pasar properti di Bengkulu lumayan baik, tetapi kebanyakan masyarakat mencari rumah subsidi karena mungkin penghasilannya terbatas. Banyak developer membuka lahan-lahan baru untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Ragil.
Menurutnya, harga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen dalam membeli rumah. Saat ini, harga rumah subsidi di Bengkulu berada di kisaran Rp166 juta. Sementara itu, rumah komersial ditawarkan mulai dari sekitar Rp500 juta.
Perbedaan harga tersebut turut membentuk karakter permintaan di pasar hunian Bengkulu. Konsumen dengan kemampuan finansial terbatas cenderung mencari rumah subsidi, sedangkan masyarakat yang memiliki penghasilan lebih tinggi mulai mempertimbangkan rumah komersial sesuai kebutuhan dan kemampuan pembiayaan mereka.
Ragil menilai, pasar rumah komersial di Bengkulu juga cukup baik. Sejumlah pengembang mulai menawarkan proyek hunian komersial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan rumah dengan pilihan harga dan spesifikasi berbeda.
Rumah Subsidi Jadi Andalan, Pengembangan Hunian Mengarah ke Kawasan Strategis

Meski rumah subsidi mendominasi pasar, rumah komersial tetap memiliki peluang tersendiri. Menurut Ragil, pembelinya antara lain PNS yang baru mulai bekerja dan pasangan yang baru menikah dengan penghasilan yang relatif memadai.
Untuk pasar rumah secara keseluruhan, harga properti di Bengkulu bervariasi, mulai dari sekitar Rp500 juta hingga Rp2 miliar – Rp3 miliar, terutama untuk rumah yang sudah ada di pasar sekunder. Adapun harga rumah baru yang dikembangkan pengembang umumnya berada di kisaran maksimal Rp1 miliar – Rp2 miliar.
Ragil menilai pasar rumah baru di atas Rp2 miliar masih terbatas di Bengkulu. Karena itu, pengembang hunian oleh developer cenderung menyesuaikan daya beli masyarakat dan kebutuhan pasar yang tersedia.
Karakter pasar tersebut juga terlihat dari jenis properti yang banyak dipasarkan. Menurut Ragil, transaksi di Bengkulu masih berpusat pada rumah tapak, baik rumah subsidi, rumah komersial, maupun rumah sekunder atau secondary. Hingga saat ini, pasar apartemen belum berkembang seperti di kota-kota besar lainnya.
Dari sisi lokasi, kawasan di sekitar Bandara Fatmawati Soekarno dan akses jalan tol menjadi salah satu area yang diperhatikan dalam penngembangan perumahan. Ragil menyebut kawasan tersebut memiliki potensi karena masuk dalam wilayah yang mulai berkembang.
Di segmen rumah subsidi, peluang pasar dinilai masih terbuka. Ragil melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian dengan harga terjangkau, sementara pengembang terus mencari lahan untuk membangun perumahan baru. Kondisi ini membuat rumah subsidi tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan pasar properti Bengkulu.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada calon pembeli mengenai skema pembiayaan rumah subsidi. Menurutnya, masyarakat perlu memahami manfaat fasilitas pembiayaan yang didukung pemerintah, termasuk ketentuan bunga dan cicilan, sebelum memutuskan membeli rumah.
Ragil turut menyinggung wacana perpanjangan tenor pembiayaan rumah subsidi hingga 40 tahun dengan angsuran sekitar Rp500 ribu per bulan yang pernah disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun, skema tersebut perlu menunggu kejelasan aturan dan realisasi resmi sebelum dapat dipastikan penerapannya.
Jika kebijakan tersebut direalisasikan, menurut Ragil, peluang masyarakat untuk mengakses rumah subsidi dapat semakin terbuka. Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memastikan ketentuan program, persyaratan, tenor, dan besar cicilan yang berlaku melalui pihak resmi.
Bengkulu Properti Perkuat Pemasaran Digital
Di tengah perkembangan pasar tersebut, strategi pemasaran menjadi salah satu faktor penting bagi agen properti untuk menjangkau calon pembeli. Ragil bersama 2 rekannya, Masdi Haribowo dan Muhammad Saleh Siregar, mendirikan Bengkulu Properti pada 2019 sebagai wadah pemasaran dan transaksi properti di wilayah tersebut.
Bengkulu Properti merupakan brand pemasaran di bawah PT Hunian Semarak Sejahtera. Platform ini menyediakan informasi dan pemasaran berbagai jenis hunian, mulai dari rumah subsidi, rumah komersial, hingga rumah sekunder.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Bengkulu Properti memanfaatkan kanal digital seperti TikTok, Instagram, dan website. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kanal tersebut untuk memasarkan properti yang ingin dijual. Selain pemasaran digital, perusahaan mengandalkan penyebaran brosur serta dukungan tenaga pemasaran lepas atau freelance marketing.
Ragil sendiri telah berkecimpung di industri properti sejak 2015. Sebelum menekuni pemasaran, ia terlibat dalam pekerjaan di bidang pengembanga, legalitas, dan perizinan properti. Ketertarikannya pada dunia pemasaran menjadi salah satu alasan dibentuknya Bengkulu Properti pada 2019.
Pada Oktober 2026, Ragil telah dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji kompetensi agen properti di LSP AREA Indonesia. Ragil berharap sertifikasi tersebut dapat meningkatkan profesionalisme dalam memberikan informasi dan mendampingi konsumen saat membeli maupun menjual properti. Ia juga berharap sertifikasi itu dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Bengkulu Properti.
“Dengan sertifikasi ini, saya berharap bisa lebih profesional dalam meyakinkan konsumen saat menjual properti, sehingga konsumen lebih percaya kepada Bengkulu Properti,” kata Ragil.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter pasar lokal, kemampuan memberikan edukasi kepada konsumen, serta pemasaran yang menjangkau masyarakat secara luas menjadi bekal penting bagi agen properti. Dengan kebutuhan rumah yang masih besar dan pengembangan perumahan yang terus berlangsung, pasar properti Bengkulu memiliki peluang untuk tumbuh, terutama pada segmen hunian terjangkau yang sesuai dengan daya beli masyarakat.
















