
Propertynbank.com – Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai diarahkan tidak hanya untuk mendukung penyediaan rumah layak huni, tetapi juga menjadi instrumen penguatan industri bahan bangunan dalam negeri. Salah satu langkah konkretnya adalah pengiriman 2,4 juta genteng produksi Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai, pesanan dalam skala besar tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas industri genteng lokal, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Kawasan Jatiwangi, Majalengka, yang selama ini dikenal sebagai sentra industri genteng nasional, diharapkan kembali mendapatkan dorongan pertumbuhan melalui program tersebut.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai target, Maruarar memimpin rapat persiapan peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Bupati Majalengka itu membahas kesiapan produksi, standar kualitas, distribusi, hingga pengaturan teknis kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026).
Maruarar menegaskan, besarnya volume pengiriman membutuhkan persiapan yang terukur. Seluruh aspek, mulai dari jumlah produk, kualitas genteng, jadwal pengiriman, hingga kesiapan armada dan tenaga kerja, harus dipastikan sejak awal.
Menurutnya, program ini menjadi kesempatan bagi produsen lokal untuk meningkatkan daya saing, terutama melalui pemenuhan standar kualitas produk.
“Ini luar biasa. Dari yang sebelumnya belum memiliki SNI, sekarang sudah ada 34 UMKM yang memiliki SNI dan 11 lainnya masih dalam proses. Ini menunjukkan bahwa UMKM bisa terus dibina dan ditingkatkan kualitasnya,” ujar Maruarar.
Dari total pengiriman tersebut, terdapat 34 unit usaha genteng di Majalengka yang terlibat. Kegiatan produksi hingga distribusi juga menyerap tenaga kerja dalam berbagai bidang, mulai dari pekerja pabrik dan UMKM, pengemudi truk, hingga tenaga pendukung logistik.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat pesanan 2,4 juta genteng memiliki dampak ekonomi yang lebih luas. Selain memberikan kepastian pasar bagi produsen, permintaan dalam jumlah besar juga berpotensi meningkatkan aktivitas produksi dan menjaga keberlangsungan usaha masyarakat di sentra industri genteng.
Pemerintah pun berharap pesanan tersebut tidak berhenti pada tahun ini. Dalam rapat persiapan, muncul target peningkatan volume pesanan menjadi sedikitnya 4 juta genteng pada 2027, dengan mempertimbangkan kebutuhan program perumahan serta kemampuan produksi pelaku usaha.
Maruarar berharap, keberlanjutan permintaan dapat mendorong UMKM melakukan pengembangan kapasitas dan meningkatkan kualitas produknya secara bertahap.
“Saya berharap ini bisa berkelanjutan. Tahun ini ada pesanan 2,4 juta genteng untuk Majalengka. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat menjadi minimal 4 juta,” katanya.
Program Gentengisasi Libatkan 600 Truk untuk Distribusi
Dari sisi logistik, sebanyak 2,4 juta genteng telah disiapkan untuk didistribusikan menggunakan sekitar 600 unit truk. Pengiriman tersebut akan mendukung sejumlah program perumahan, termasuk program bedah rumah yang didukung pemerintah daerah serta kebutuhan pembangunan dan renovasi rumah melalui kerja sama dengan pengembang maupun mitra swasta.
Berdasarkan pemaparan dalam rapat, sebanyak 446 truk dialokasikan untuk distribusi melalui program pemerintah ke sejumlah wilayah, antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Sementara itu, pengiriman lainnya diperuntukkan bagi kebutuhan di Majalengka dan sejumlah wilayah sasaran program perumahan.
Untuk memastikan manfaat program dapat diukur, Menteri PKP meminta pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait melakukan pendataan secara menyeluruh. Tidak hanya jumlah genteng yang dikirim, tetapi juga jumlah UMKM, pekerja, pengemudi, serta tenaga pendukung yang terlibat.
Dengan demikian, kontribusi program terhadap perekonomian daerah dapat diketahui secara lebih konkret.
Persiapan juga mencakup pengaturan teknis peluncuran dan mobilisasi ratusan kendaraan. Panitia bahkan menyiapkan simulasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memetakan jalur masuk dan keluar truk, penempatan kendaraan, serta pola pergerakan armada di lokasi kegiatan.
Simulasi tersebut diharapkan dapat mencegah antrean panjang, menghindari persilangan jalur kendaraan, sekaligus memastikan proses pelepasan truk berlangsung tertib. Pemuatan genteng ke dalam armada dijadwalkan mulai dilakukan Jumat (6/11/2026).
Maruarar juga mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Pengaturan akses kendaraan tamu, jalur operasional, area parkir, hingga kelancaran lalu lintas harus menjadi perhatian panitia.
Baginya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pengiriman jutaan genteng, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat, peningkatan kualitas produk UMKM, serta keberlanjutan industri genteng lokal sebagai bagian dari ekosistem pembangunan perumahan nasional.
















