
Propertynbank.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) memasuki babak baru dalam penguatan layanan publik dengan menempati kantor operasional baru di Gedung Graha Mandiri Lantai 5, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat. Relokasi ini menjadi bagian dari strategi lembaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola pembiayaan perumahan nasional.
Peresmian kantor baru tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang menilai keberadaan kantor baru menjadi momentum penting bagi BP Tapera dalam menjalankan mandatnya mendukung Program 3 Juta Rumah.
Menurut Maruarar, BP Tapera memegang peran strategis sebagai pengelola dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran BP Tapera atas diresmikannya kantor baru ini. Semoga menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Maruarar dalam siaran pers.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel agar kepercayaan publik terhadap BP Tapera terus meningkat.
“Dengan tata kelola yang baik serta kolaborasi yang semakin kuat bersama seluruh pemangku kepentingan, BP Tapera akan semakin dipercaya masyarakat dan mampu mempercepat penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi MBR di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, perpindahan kantor bukan sekadar perubahan alamat operasional, melainkan bagian dari transformasi organisasi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat maupun mitra kerja.
“Kami ingin memastikan proses penyaluran pembiayaan perumahan berjalan semakin cepat, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dari capaian penyaluran KPR Sejahtera FLPP yang terus menunjukkan tren positif. Hingga 15 Juli 2026, BP Tapera telah menyalurkan pembiayaan kepada 101.978 unit rumah dengan nilai mencapai Rp12,67 triliun.
Selain itu, sebanyak 25.599 unit rumah masih berada dalam berbagai tahapan proses, mulai dari pembangunan, persetujuan kredit, rumah siap akad, hingga akad kredit yang belum dicairkan.
Heru menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, BP Tapera, bank penyalur, dan para pengembang yang terus diperkuat untuk memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat.
“Kami optimistis target penyaluran FLPP tahun ini dapat tercapai melalui penguatan kolaborasi bersama bank penyalur dan pengembang. Yang terpenting, semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera memiliki rumah pertama dengan skema pembiayaan yang terjangkau,” katanya.
Sebagai bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah, BP Tapera bersama Kementerian PKP dan berbagai pemangku kepentingan juga tengah menyiapkan Akad Massal dan Serah Terima Kunci sekitar 62.000 unit KPR Sejahtera FLPP yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar 200 debitur secara langsung di lokasi acara serta 61.800 debitur secara daring yang tersebar di 36 provinsi, dengan dukungan 43 bank penyalur KPR Sejahtera FLPP.
Agenda ini menjadi kelanjutan dari akad massal yang sebelumnya telah digelar pada September dan Desember 2025, yang masing-masing berlangsung di Cileungsi, Bogor, dan Serang serta dihadiri Presiden Republik Indonesia.
BP Tapera Perkuat Kolaborasi
Melalui penguatan layanan dari kantor baru, BP Tapera berharap mampu semakin mempercepat penyaluran pembiayaan rumah subsidi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perbankan, asosiasi pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“BP Tapera menegaskan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat tata kelola organisasi, serta memperluas sinergi dengan seluruh mitra strategis agar target Program 3 Juta Rumah dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” pungkas Heru.
















