
Propertynbank : Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia jadi momentum bagi industri properti untuk melihat kembali kontribusinya terhadap pembangunan nasional. Tidak hanya melalui pembangunan gedung dan kawasan baru, tetapi juga bagaimana aset-aset tersebut dikelola secara profesional agar terus produktif, efisien dan memberikan nilai ekonomi dalam jangka panjang.
Hal tersebut menjadi perhatian Ikatan Manajer Real Estate Indonesia (IMREI), organisasi profesi yang menaungi para profesional di bidang real estate dan property management. Bagi IMREI, kualitas pengelolaan aset merupakan bagian penting dari keberlanjutan industri properti sekaligus menjaga nilai investasi.
Gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hunian, kawasan mixed-use hingga berbagai aset real estate lainnya membutuhkan pengelolaan yang tidak sekadar memastikan bangunan berfungsi dengan baik. Pengelolaan juga mencakup aspek keamanan, kenyamanan, efisiensi operasional, pelayanan pengguna, keberlanjutan hingga strategi mempertahankan dan meningkatkan nilai aset.
Ketua Umum IMREI, Dance Aquarianto, mengatakan semangat kemerdekaan dapat dimaknai melalui kontribusi setiap profesi dalam membangun Indonesia. Dalam industri properti, profesionalisme pengelolaan aset menjadi salah satu bentuk kontribusi tersebut.
“Properti bukan hanya tentang membangun. Setelah bangunan berdiri, ada tanggung jawab besar untuk memastikan aset tersebut tetap aman, nyaman, efisien, produktif dan memiliki nilai dalam jangka panjang,” ujar Dance.
Menurutnya, perkembangan industri properti yang semakin kompleks turut mengubah peran property manager. Profesi ini tidak lagi sebatas menjalankan fungsi operasional gedung, tetapi dituntut mampu memahami berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kinerja dan nilai aset.
Mulai dari building operation dan maintenance, keselamatan bangunan, efisiensi energi, pelayanan penghuni, pemanfaatan teknologi, hingga membangun ekosistem properti yang mampu mendukung produktivitas pengguna menjadi bagian dari tantangan pengelolaan properti saat ini.
Profesionalisme Jadi Modal Industri Properti
Di tengah momentum HUT RI ke-81, IMREI menilai penguatan profesionalisme sumber daya manusia menjadi salah satu modal penting dalam membangun industri properti yang semakin mandiri dan berdaya saing.
Kemandirian industri tidak hanya tercermin dari kemampuan membangun proyek dan menyediakan ruang bagi aktivitas ekonomi. Lebih jauh, industri juga membutuhkan tenaga profesional nasional yang memiliki kompetensi untuk mengelola berbagai aset tersebut dengan standar yang terus meningkat.
Pertumbuhan jumlah gedung perkantoran, pusat perdagangan, apartemen, kawasan mixed-use, fasilitas publik dan berbagai aset real estate lainnya pada akhirnya akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga property management yang kompeten.
Dance mengatakan, tuntutan terhadap pengelola properti juga semakin luas seiring perubahan teknologi, kebutuhan efisiensi energi serta meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan.
“Industri properti saat ini juga menuntut pengelola bangunan untuk memiliki kompetensi yang lebih luas. Tidak hanya menguasai aspek operasional, tetapi juga memahami digitalisasi, sustainability, manajemen risiko, penerapan ESG (Environmental, Social and Governance), hingga strategi meningkatkan nilai aset melalui pengelolaan yang efektif,” jelas Dance.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa property management memiliki posisi yang semakin strategis dalam siklus hidup sebuah aset. Keberhasilan sebuah proyek tidak berhenti ketika pembangunan selesai, tetapi berlanjut pada bagaimana aset tersebut dikelola sehingga mampu menghasilkan manfaat dan nilai secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi agenda penting bagi industri. Para profesional property management dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menghadapi perkembangan teknologi, tuntutan efisiensi, keselamatan bangunan, keberlanjutan serta perubahan perilaku pengguna properti.
Di sinilah keberadaan asosiasi profesi memiliki peran strategis. Sebagai wadah para profesional, IMREI dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku profesi, mendorong pertukaran pengetahuan, meningkatkan kompetensi dan membangun jejaring yang mendukung perkembangan property management di Indonesia.
Bagi IMREI, semangat kemerdekaan juga dapat diterjemahkan sebagai upaya membangun kapasitas profesional dalam negeri agar semakin mampu mengelola aset nasional secara mandiri, profesional dan berorientasi pada penciptaan nilai.
“Semangat kemerdekaan adalah semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi. Kami ingin profesi property management di Indonesia semakin profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemilik aset, pengguna properti dan industri secara keseluruhan,” pungkas Dance.

















