Property & Bank

Ubah Wajah Rumah Subsidi, Livana Park GCC2 Usung Konsep Klaster Fasilitas Premium

livana park
Direktur Utama PT Alexandra Citra Pertiwi, Tuti Mugiastuti (tengah) bersama para Kepala Cabang BTN dan BSN

Propertynbank.com – Pasar rumah subsidi terus menunjukkan prospek positif, terutama ketika pengembang mampu menghadirkan produk yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga menawarkan kualitas bangunan dan lingkungan yang lebih baik. Hal tersebut dibuktikan Arrayan Group melalui PT Alexandra Citra Pertiwi dengan penyelenggaraan akad kredit massal perdana Cluster Livana Park di kawasan Grand Cikarang City 2 (GCC2), Sabtu (27/6/2026).

Mengusung tema Revolusi Rumah Subsidi, pengembang ini ingin mengubah persepsi masyarakat bahwa rumah bersubsidi tidak lagi identik dengan spesifikasi minimum. Sebaliknya, Livana Park dirancang dengan konsep klaster layaknya perumahan komersial yang mengedepankan kenyamanan, desain modern, serta kualitas bangunan yang lebih baik.

Antusiasme masyarakat terhadap akad kredit massal perdana tersebut menjadi indikator tingginya minat terhadap hunian subsidi yang menawarkan nilai tambah. Sebelumnya, konsep serupa juga telah diterapkan melalui Cluster Alexandra Park yang seluruh unitnya telah habis terjual.

Direktur Utama PT Alexandra Citra Pertiwi, Tuti Mugiastuti, mengatakan Livana Park merupakan pengembangan terbaru yang menghadirkan peningkatan spesifikasi di hampir seluruh aspek bangunan.

“Kami ingin rumah subsidi memiliki standar yang semakin baik. Tidak hanya layak huni, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi pemiliknya melalui desain modern, kualitas material yang meningkat, dan fasilitas yang lebih lengkap,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6).

Berbagai peningkatan yang dihadirkan antara lain fasad bergaya modern, tata ruang yang lebih fungsional, penggunaan dinding hebel, kitchen set sederhana, kloset duduk, hingga dinding belakang yang telah terbangun sehingga penghuni tidak perlu lagi melakukan renovasi dasar setelah serah terima.

Tak hanya itu, kawasan Livana Park juga dilengkapi jalan utama selebar 14 meter, area bermain anak, serta fasilitas umum yang mendukung kenyamanan penghuni.

Tahap Pertama Livana Park Diserap Pasar

Respons positif masyarakat terlihat dari penjualan Tahap 1 sebanyak 242 unit yang berhasil dipasarkan hingga memasuki proses akad kredit. Melihat tingginya permintaan, pengembang langsung membuka Tahap 2 dengan tambahan 249 unit.

Akad kredit massal berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 sehingga masyarakat yang belum memperoleh unit pada tahap pertama masih memiliki kesempatan untuk memiliki rumah di kawasan tersebut.

Selain kualitas produk, Livana Park juga diuntungkan oleh lokasinya yang berada di koridor strategis antara kawasan industri Cikarang dan Karawang serta memiliki akses menuju Jalan Pantura yang memudahkan mobilitas pekerja.

Menurut Tuti, konsumen saat ini semakin memperhatikan kualitas bangunan sebelum membeli rumah subsidi. “Masyarakat sekarang lebih selektif. Mereka mencari rumah subsidi yang memiliki lokasi strategis, kualitas bangunan baik, dan desain yang menarik. Itu yang kami hadirkan melalui Livana Park,” katanya.

Salah seorang konsumen, Safitri Rahmadani, mengaku memilih Livana Park karena tampilannya berbeda dibanding rumah subsidi pada umumnya.

Menurutnya, desain yang lebih modern, uang muka ringan, serta cicilan yang terjangkau menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan membeli rumah.

Penyesuaian Harga Dinilai Lebih Penting

Dalam kesempatan yang sama, Tuti juga menanggapi kebijakan pemerintah mengenai perpanjangan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun.

Ia mengapresiasi upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara menyeluruh.

Menurutnya, tenor yang terlalu panjang memang dapat menurunkan besaran cicilan bulanan, tetapi berpotensi memperpanjang beban pembiayaan masyarakat.

Sebaliknya, ia menilai penyesuaian harga jual rumah subsidi menjadi langkah yang lebih mendesak agar pengembang memiliki ruang meningkatkan kualitas bangunan.

Saat ini harga rumah subsidi masih berada di kisaran Rp185 juta, sementara kalangan pengembang mengusulkan adanya kenaikan sekitar 5–7 persen menjadi sekitar Rp212 juta. Usulan tersebut tengah dibahas bersama asosiasi pengembang dan pemerintah.

Tuti menilai penyesuaian harga secara berkala penting dilakukan agar kualitas rumah subsidi dapat terus meningkat seiring kenaikan biaya konstruksi.

Melalui pengembangan Livana Park, Arrayan Group berharap rumah subsidi tidak hanya menjadi solusi kepemilikan hunian bagi MBR, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan tinggal yang nyaman, berkualitas, dan memiliki nilai investasi yang lebih baik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan