Skip to main content

Property & Bank

Menuju Gelaran IPBA-XX Tahun 2026, Rapat Final Penerima Dilakukan di BP Tapera dan Vasaka Hotel

ipba
Rangkaian rapat dewan juri Indonesia Property&Bank Award ke XX tahun 2026

Propertynbank.com – Persiapan penyelenggaraan Indonesia Property&Bank Award (IPBA) XX 2026 memasuki tahap akhir. Dewan juri menggelar rapat untuk melakukan pembahasan dan finalisasi kandidat penerima penghargaan yang dinilai memiliki kontribusi, kinerja, inovasi, serta prestasi terbaik dalam industri properti, perbankan dan industri pendukung yang terkait sepanjang 2026.

Rapat dewan juri tersebut melibatkan dewan juri tetap Indonesia Property&Bank Award, BP Tapera, jajaran manajemen dan redaksi jaringan Journalist Media Network (JMN). BP Tapera secara khusus diarahkan untuk membahas kandidat pengembang rumah subsidi yang akan mendapatkan apresiasi khusus berupa hadiah perjalanan ibadah umroh dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Agenda ini menjadi bagian penting dalam proses kurasi penerima penghargaan IPBA XX 2026, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-20. Selain menentukan penerima penghargaan di berbagai kategori, dewan juri juga memastikan proses penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak, kontribusi, kinerja, serta peran masing-masing perusahaan dalam mendukung perkembangan sektor properti dan perumahan nasional.

Khusus untuk program apresiasi hadiah umroh, BP Tapera bersama JMN melakukan pembahasan terhadap sejumlah kandidat pengembang yang dinilai memiliki kontribusi dalam penyediaan rumah subsidi.

Kriteria pembahasan diarahkan pada rekam jejak pengembang dalam mendukung program perumahan nasional, konsistensi pembangunan dan penyaluran rumah subsidi, kualitas pelaksanaan proyek, serta kontribusi terhadap penyediaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Keterlibatan BP Tapera diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam proses pemilihan, mengingat lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional, khususnya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan BP Tapera memberikan masukan dan pandangan serta memberikan data maupun rekam jejak pengembang rumah subsidi. Menurutnya, penghargaan tidak semata-mata melihat jumlah unit yang dibangun, tetapi juga konsistensi pengembang dalam menyediakan hunian yang layak dan berkualitas bagi masyarakat.

“Kami melihat penilaian pengembang rumah subsidi perlu dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya dari sisi jumlah unit yang dibangun, tetapi juga konsistensi, kualitas pembangunan, kepatuhan terhadap ketentuan program, serta kontribusinya dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak. Karena itu, kami berharap proses penjurian ini dapat menghasilkan pengembang yang benar-benar memiliki rekam jejak dan kontribusi nyata,” ujar Heru Pudyo Nugroho.

Dengan demikian, penerima hadiah umroh nantinya bukan hanya dinilai berdasarkan pencapaian bisnis, tetapi juga dari kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung agenda pemerintah di bidang perumahan rakyat.

Hadiah Umroh Apresiasi Khusus dari Menteri PKP

Hadiah umroh tersebut merupakan bentuk dukungan dan apresiasi Menteri PKP Maruarar Sirait kepada perusahaan pengembang yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam membantu pemerintah menyediakan rumah bagi masyarakat.

Apresiasi diberikan kepada perusahaan pengembang, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi institusi dalam pembangunan rumah subsidi, bukan semata-mata kepada individu.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan program perumahan nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, perbankan, dan pelaku usaha pengembang.

Menjaga Kredibilitas Penghargaan

Sementara itu, proses penilaian untuk kategori penghargaan lainnya tetap dilakukan oleh dewan juri IPBA berdasarkan sejumlah indikator yang disesuaikan dengan karakter masing-masing kategori.

Penilaian antara lain mencakup aspek inovasi, kinerja perusahaan, kualitas produk atau proyek, kontribusi terhadap industri, keberlanjutan, pelayanan kepada konsumen, serta dampak terhadap perkembangan kawasan dan ekonomi.

Ketua Dewan Juri Indonesia Property&Bank Award, Prof. Roy Sembel, mengatakan metodologi penjurian IPBA menggunakan pendekatan berbasis data dan rekam jejak, dengan indikator yang disesuaikan dengan kategori penghargaan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan penerima penghargaan memiliki dasar penilaian yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Metodologi penjurian kami mengedepankan evidence-based assessment. Setiap kandidat dilihat dari data, kinerja, rekam jejak, inovasi, kontribusi, dan relevansinya dengan kategori yang dinilai. Untuk kategori khusus pengembang rumah subsidi, kami juga memberikan ruang bagi BP Tapera untuk memberikan perspektif berdasarkan pengalaman dan data yang dimiliki, sehingga keputusan akhir dewan juri dapat dilakukan secara lebih objektif dan komprehensif,” ujar Prof. Roy Sembel.

Memasuki usia penyelenggaraan ke-20, Indonesia Property&Bank Award berupaya mempertahankan kredibilitas penghargaan dengan menghadirkan proses kurasi yang semakin selektif.

“Rapat dewan juri menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap penerima penghargaan memiliki alasan dan rekam jejak yang kuat. Khusus untuk kandidat penerima hadiah umroh, kami ingin memastikan penghargaan tersebut benar-benar diberikan kepada pengembang yang memiliki kontribusi nyata dalam mendukung penyediaan rumah subsidi,” ujar CEO Journalist Media Network,  Ir. H. Indra Utama, M.PWK, IPU.

IPBA Penghargaan Puncak Industri Properti dan Perbankan

Indonesia Property&Bank Award XX 2026 akan menjadi momentum penting bagi industri properti dan perbankan. Selain memberikan apresiasi kepada perusahaan dan proyek terbaik, ajang ini juga diharapkan menjadi ruang untuk menyoroti berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif terhadap ekosistem perumahan dan properti nasional.

Pengumuman para penerima penghargaan akan dilakukan dalam malam penganugerahan Indonesia Property&Bank Award XX 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Agustus 2026 di Hotel Mulia Jakarta.

Dengan melibatkan dewan juri tetap serta institusi terkait seperti BP Tapera dalam proses kurasi khusus, IPBA XX 2026 diharapkan dapat menghadirkan daftar penerima penghargaan yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan sektor properti dan perumahan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan