
Propertynbank.com – Pola kerja yang berubah sejak beberapa tahun terakhir terus membentuk wajah baru pasar perkantoran (ruang kantor) di Indonesia. Perusahaan kini tidak lagi hanya mempertimbangkan luas ruang kerja, tetapi juga efisiensi biaya, kualitas gedung, akses transportasi, hingga keberlanjutan lingkungan.
Managing Director PT Leads Property Services Indonesia, Darsono Tan, mengatakan tren yang kini berkembang menunjukkan banyak perusahaan memilih pindah ke gedung dengan kualitas lebih baik di lokasi strategis karena selisih harga sewanya semakin kompetitif.
“Gedung yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan serta hemat energi kini semakin menjadi standar baru, terutama bagi perusahaan multinasional yang memiliki target keberlanjutan dan pengurangan emisi karbon,” ujar Darsono beberapa waktu lalu.
Selain itu, konsep ruang kerja juga berubah mengikuti model kerja hybrid dan Work From Anywhere. Kantor tidak lagi sekadar menjadi tempat bekerja, tetapi juga ruang kolaborasi, bersosialisasi hingga mendukung aktivitas gaya hidup karyawan.
Menurut Darsono perkembangan teknologi juga mendorong transformasi menuju smart office melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT), otomatisasi administrasi, sistem tanpa sentuh (touchless), serta investasi pada jaringan internet berkecepatan tinggi dan fasilitas virtual meeting.
Kantor Terintegrasi
Dalam jangka panjang, kawasan mixed-use diperkirakan akan menjadi pilihan utama perusahaan karena mampu mengintegrasikan perkantoran dengan fasilitas komersial, transportasi publik, pusat kebugaran hingga area rekreasi. Gedung yang berada di sepanjang koridor MRT maupun LRT diprediksi semakin diminati karena mendukung mobilitas karyawan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Darsono juga melihat munculnya kombinasi strategi flight to quality dan flight to value. Sebagian perusahaan memilih ruang yang lebih kecil di gedung premium untuk menjaga citra perusahaan, sementara fungsi pendukung dipindahkan ke lokasi sekunder dengan biaya sewa lebih kompetitif.
“Konsep head office dan support office diperkirakan akan semakin terpisah. Kantor pusat akan lebih mengutamakan lokasi premium, green building dan branding perusahaan, sedangkan kantor pendukung akan difokuskan pada efisiensi biaya, konektivitas internet yang baik, akses transportasi publik, serta kedekatan dengan kawasan permukiman,” tutup Darsono.
















