Skip to main content

Property & Bank

APERSI Salurkan 1.500 Paket Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

apersi
Penyaluran bantuan sembako ke NTT

Propertynbank.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digerakkan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI).

Melalui program APERSI Peduli Bencana NTT, DPP APERSI telah menuntaskan penyaluran bantuan tahap pertama kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Menariknya, penyaluran bantuan tahap awal ini berhasil diperluas dari target enam titik menjadi sembilan titik lokasi bencana. Perluasan tersebut dilakukan setelah tim APERSI melakukan pemetaan kebutuhan dan melihat kondisi masyarakat secara langsung di lapangan.

Wakil Ketua Umum APERSI, Adi Dharma, mengatakan perluasan titik distribusi menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. “Rencananya hanya disalurkan di enam titik, namun kita berhasil memperluas menjadi sembilan titik distribusi dengan cara pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan,” ujar Adi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8).

Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran penyaluran antara lain Kampung Wudi, Gapong, Gumbang, Waepesi, dan Ngorang di Kabupaten Manggarai, serta Kampung Saterteu di Kabupaten Manggarai Timur.

Kondisi Warga Masih Membutuhkan Bantuan

Hasil evaluasi APERSI di lapangan menunjukkan kebutuhan masyarakat terdampak bencana masih cukup besar. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi psikologis warga yang belum sepenuhnya pulih.

Sebagian warga disebut masih memilih tidak tidur di dalam rumah setelah gempa berkekuatan 7,7 SR yang kemudian diikuti lebih dari 4.000 gempa susulan.

Warga akhirnya mendirikan tenda secara mandiri di halaman rumah maupun area terbuka. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan APERSI dalam menentukan lokasi dan pola penyaluran bantuan.

Hingga rapat evaluasi pada 22 Agustus 2026, dana yang berhasil dihimpun dalam program APERSI Peduli Bencana NTT mencapai sekitar Rp250 juta. Dari dana tersebut, sekitar Rp100 juta telah digunakan untuk penyaluran bantuan tahap pertama.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia juga melakukan evaluasi terhadap mekanisme distribusi agar bantuan tahap berikutnya lebih praktis dan sesuai kebutuhan keluarga terdampak.

Salah satu perubahan yang disiapkan adalah pengemasan bantuan dalam bentuk paket individual menggunakan goodie bag atau tote bag. Nilai setiap paket diperkirakan mencapai Rp100.000 hingga Rp150.000.

Paket bantuan tersebut akan mengutamakan kebutuhan sehari-hari, khususnya hygiene kit seperti pasta gigi, sabun, sampo, handuk, pembalut, serta kebutuhan sembako.

Tahap II Sasar Tiga Kabupaten

Setelah menyelesaikan distribusi tahap pertama, APERSI kini mempersiapkan penyaluran bantuan tahap kedua.

Ketua APERSI NTT, Thomas Lay, mengatakan tahap berikutnya ditargetkan menjangkau sekitar 1.500 paket bantuan.

“Distribusi tahap kedua direncanakan menyasar tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Nagekeo. Masing-masing kabupaten mendapatkan 500 paket bantuan,” jelas Thomas.

Pemilihan tiga kabupaten tersebut mempertimbangkan tingginya tingkat kerusakan rumah akibat bencana.

Jika digabungkan dengan penyaluran tahap pertama, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia menargetkan rangkaian program APERSI Peduli Bencana NTT dapat menjangkau sekitar 2.500 keluarga terdampak.

Penyaluran tahap kedua ditargetkan berlangsung pada awal September 2026. Waktu pelaksanaan final masih menyesuaikan arahan Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia serta kesiapan kondisi di lapangan.

APERSI Dorong Solidaritas Berkelanjutan

Adi Dharma menegaskan, program APERSI Peduli Bencana NTT bukan sekadar kegiatan sosial sesaat. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk hadir membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.

Keberhasilan penyaluran tahap pertama di sembilan titik sekaligus menjadi evaluasi bagi Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia untuk memperbaiki pola distribusi dan memperluas jangkauan bantuan pada tahap selanjutnya.

“Kami berharap dukungan dari para mitra, DPD APERSI, anggota, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat NTT dapat terus mengalir sehingga bantuan tahap kedua dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga terdampak bencana,” tegas Adi.

Dengan pola bantuan yang semakin terarah, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia berharap program ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperkuat solidaritas antara pelaku industri properti dan masyarakat di daerah yang terdampak bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan