Skip to main content

Property & Bank

Ishak Chandra Tuangkan Perjalanan 33 Tahun Bisnis, Ke Dalam Buku “Bermain di Papan Besar”

Bisnis
Foto : Istimewa

Propertynbank : Perjalanan membangun bisnis tidak selalu berjalan dalam garis lurus. Krisis, kehilangan, kegagalan, hingga kesempatan untuk bangkit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan seorang pengusaha. Kisah jatuh bangun dalam menjalankan bisnis ini menjadi bagian dari perjalanan 33 tahun Ishak Chandra, Co-Founder & Group CEO Triniti Land (IDX: TRIN), yang kini dituangkan dalam buku bertajuk “Bermain di Papan Besar”.

Buku ini merekam perjalanan Ishak sejak mengawali karier profesional sebagai Management Trainee di Astra International pada 1991, melewati pengalaman di sejumlah perusahaan besar, hingga membawa Triniti Land mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Januari 2020.

Lebih dari sekadar biografi, Bermain di Papan Besar menjadi refleksi atas berbagai fase yang membentuk perjalanan Ishak di dunia profesional dan bisnis. Mulai dari pengalaman kehilangan hampir seluruh harta saat krisis ekonomi 1997-1998, menghadapi pengalaman ditipu hingga kehilangan uang warisan sang ibu, sampai membangun kembali perjalanan bisnisnya hingga berada di pasar modal.

Kontras antara krisis dan keberhasilan melantai di bursa menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan tersebut. Pengalaman itu menunjukkan bahwa perjalanan bisnis tidak hanya ditentukan oleh pencapaian, tetapi juga oleh kemampuan menghadapi tekanan, membaca perubahan, serta mengambil keputusan ketika berada dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Perjalanan profesional Ishak sendiri cukup panjang sebelum akhirnya membangun Triniti Land. Setelah bergabung dengan Astra International, ia menghabiskan sekitar 13 tahun di Soewarna Business Park, perusahaan patungan Salim Group dan Sojitz Corporation. Kariernya kemudian berlanjut selama delapan tahun di Sinar Mas Land, dengan posisi terakhir sebagai CEO Strategic Development & Services.

Berbekal pengalaman tersebut, Ishak kemudian melanjutkan perjalanan sebagai pengusaha hingga menjadi Co-Founder & Group CEO Triniti Land. Perusahaan properti tersebut selanjutnya mencatatkan saham di BEI pada 2020, menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnis yang sebelumnya ditempa oleh berbagai pengalaman dan tantangan.

Dalam buku Bermain di Papan Besar, perjalanan tersebut dituangkan dalam 30 bab yang terbagi menjadi tujuh bagian dan merangkum 12 prinsip utama. Isinya mencakup berbagai pelajaran mengenai bisnis, kepemimpinan, pengambilan keputusan, hingga bagaimana menghadapi berbagai fase dalam kehidupan profesional.

Setiap prinsip dilengkapi dengan pengalaman nyata yang dialami Ishak selama lebih dari tiga dekade berkarier. Pendekatan tersebut membuat buku ini tidak hanya berbicara mengenai pencapaian, tetapi juga mengangkat proses di balik berbagai keputusan dan risiko yang pernah dihadapi.

Di balik perjalanan profesional tersebut, terdapat pula sisi personal yang kemudian berkembang menjadi misi sosial. Dalam Bab 24, “Dari Luka Sendiri ke Misi untuk Semua”, Ishak mengungkap pengalaman pribadi yang menjadi salah satu alasan lahirnya misi sosial melalui Yayasan Sinergy Bangun Indonesia (Sinergy Indonesia), tempat ia menjabat sebagai Ketua Umum.

Melalui program Agent of Hope, misi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan dan kesempatan kerja bagi generasi muda Indonesia. Menariknya, Ishak juga memutuskan untuk tidak mengambil keuntungan pribadi dari penjualan buku tersebut. Seluruh keuntungan penjualan Bermain di Papan Besar akan disalurkan untuk mendukung program Agent of Hope, termasuk beasiswa dan akses kerja bagi generasi muda.

Gambaran mengenai sosok Ishak dalam buku ini juga tidak hanya datang dari dirinya sendiri. Sejumlah tokoh seperti Sandiaga Uno, Merry Riana, Helmy Yahya, Bong Chandra, dan James Gwee turut memberikan kesaksian dan perspektif mengenai perjalanan Ishak.

Selain tokoh publik dan praktisi bisnis, buku ini menghadirkan pandangan dari lingkaran terdekat Ishak, yakni istri dan kedua anaknya. Beragam perspektif tersebut memperlihatkan sosok Ishak dari sisi yang lebih luas, tidak hanya sebagai eksekutif dan pelaku bisnis, tetapi juga sebagai suami, ayah, sahabat, mentor, dan rekan kerja.

Melalui Bermain di Papan Besar, Ishak Chandra mencoba membagikan perjalanan yang tidak hanya berisi cerita tentang bagaimana mencapai keberhasilan, tetapi juga bagaimana menghadapi kehilangan, kegagalan, perubahan dan ketidakpastian. Sebuah perjalanan panjang yang pada akhirnya membawanya dari masa krisis hingga ke “papan besar” pasar modal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan