
Propertynbank.com – PT Kreasi Prima Nusantara atau Kreasi Prima Land mulai merealisasikan akad massal perdana proyek Pesona Prima 9 Cikahuripan, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2026). Sebanyak 76 unit rumah menjadi bagian dari tahap awal dengan nilai serah terima mencapai Rp14,0795 miliar.
Sebelum proses akad dengan konsumen berlangsung, Kreasi Prima Land terlebih dahulu menyerahkan 76 unit tersebut kepada Bank Syariah Nasional (BSN). Momentum ini menjadi bagian dari program Akad Massal Pembiayaan Syariah BSN “10.000 Kebahagiaan untuk Keluarga Indonesia” dalam rangka Milad pertama BSN.
Bagi Kreasi Prima Land, momentum tersebut menjadi langkah penting dalam merealisasikan penyediaan rumah subsidi syariah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proyek Pesona Prima 9 Cikahuripan sendiri direncanakan memiliki 1.025 unit rumah subsidi syariah.
Direktur Kreasi Prima Land, Hadiana, mengatakan pihaknya ingin memastikan rumah yang dikembangkan tidak hanya terjangkau dari sisi harga, tetapi juga memiliki kualitas dan kepastian legalitas. “Kami ingin memastikan proyek-proyek yang kami bangun adalah proyek yang berkualitas, cepat, murah, dan legal,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8).
Target 1.025 Rumah Subsidi Syariah
Akad perdana sebanyak 76 unit menjadi tahap awal dari proses realisasi proyek tersebut. Bagi Kreasi Prima Land, angka 1.025 unit bukan sekadar target pembangunan, tetapi bagian dari upaya memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat yang membutuhkan hunian terjangkau.
Pengembangan Pesona Prima 9 sekaligus memperkuat portofolio Kreasi Prima Land dalam menyediakan rumah subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian pertama.
Hadiana mengatakan, setelah proyek 1.025 unit tersebut selesai dikembangkan, total portofolio rumah subsidi yang dikembangkan Kreasi Prima Land ditargetkan meningkat menjadi sekitar 5.600 unit.
“Insyaallah kami sudah berjalan beberapa waktu. Mudah-mudahan setelah selesai lokasi ini yang berjumlah 1.025 unit, unit kami akan bertumbuh menjadi 5.600 unit,” katanya.
Menurut Hadiana, target tersebut bukan hanya mengejar pertumbuhan jumlah unit, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pengembang untuk menyediakan rumah dengan kualitas, legalitas, dan proses transaksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin membangun bukan hanya dalam jumlah, tetapi memastikan kualitas, legalitas, dan proses transaksinya dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Tiga Pilihan Fasad untuk Konsumen
Pesona Prima 9 Cikahuripan juga memberikan pilihan desain kepada konsumen rumah subsidi. Pengembang menyediakan tiga pilihan fasad, yakni Premium, Modern, dan Standar, dengan harga yang sama.
Tipe Premium ditujukan bagi konsumen yang mendaftar pada periode awal. Hunian ini mengusung arsitektur Scandinavian, plafon setinggi 3,4 meter, serta menggunakan material bata ringan. Lokasinya juga berada di area depan gerbang perumahan.

Sementara tipe Modern menggunakan material bata ringan dengan desain fasad berbeda. Adapun tipe Standar menggunakan dinding batako dan secara khusus menyasar kalangan pengajar atau guru. Untuk segmen tersebut, pengembang memberikan potongan harga sebesar Rp10 juta. Secara umum, spesifikasi utama rumah tetap mencakup rangka baja ringan, genteng, cat, kloset, dan keramik.
Selain membangun rumah, Kreasi Prima Land juga menerapkan proses screening calon konsumen. Penilaian meliputi pekerjaan, penghasilan, kemampuan membayar, serta kewajiban finansial calon pembeli.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko konsumen mengambil pembiayaan di luar kemampuan.
“Kalau memang belum siap, lebih baik menabung dan memperbaiki kondisi keuangan terlebih dahulu,” jelas Hadiana.
Legalitas dan Skema Murabahah Kreasi Prima Land
Pengembang ini juga menempatkan legalitas sebagai bagian penting dalam proses pengembangan dan transaksi. Dokumen seperti AJB, SHGB, PBG, dan PBB dipersiapkan untuk memastikan kepastian objek rumah. Pengembang bahkan mendorong konsumen memeriksa legalitas sebelum melakukan transaksi.
“Kalau mau membeli rumah, jangan hanya melihat produknya. Legalitas harus diperiksa. Kami justru mendorong konsumen untuk memastikan semuanya jelas sebelum bertransaksi,” ujar Hadiana.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep jual beli syariah melalui akad Murabahah, di mana kejelasan objek transaksi menjadi unsur penting. Pengembang terlebih dahulu mempersiapkan lahan, perizinan, pembangunan unit, hingga kesiapan rumah sebelum proses transaksi dengan konsumen dilakukan.
Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor, mengatakan pelaksanaan 10.000 akad dalam rangka Milad pertama BSN bukan sekadar pencapaian bisnis, tetapi juga menunjukkan manfaat pembiayaan syariah bagi masyarakat.
“10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujar Alex.
Dari total 10.000 akad tersebut, sebanyak 6.550 merupakan KPR subsidi dan 1.975 KPR non-subsidi. Selain itu, BSN merealisasikan 1.215 akad pembiayaan non-KPR serta 260 akad pembiayaan komersial.
Alex menilai penyediaan rumah membutuhkan sinergi antara perbankan, pengembang, pemerintah, dan lembaga terkait. Menurutnya, rumah bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari upaya keluarga membangun kehidupan dan menyiapkan masa depan. “Syariah itu universal,” tegas Alex.
Kolaborasi BSN dan Kreasi Prima Land melalui Pesona Prima 9 Cikahuripan menjadi contoh bagaimana pembiayaan syariah dapat dipadukan dengan penyediaan hunian subsidi. Setelah akad perdana 76 unit, pengembang akan melanjutkan proses realisasi hingga seluruh 1.025 unit rumah dapat dikembangkan.
Dengan dimulainya akad massal 76 unit, Kreasi Prima Land memasuki tahapan penting untuk merealisasikan keseluruhan 1.025 unit Pesona Prima 9 Cikahuripan. Setelah proyek tersebut selesai, total portofolio rumah subsidi yang dikembangkan Kreasi Prima Land ditargetkan tumbuh menjadi sekitar 5.600 unit. “Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi kami dalam menyediakan hunian yang terjangkau, berkualitas, legal, dan didukung skema pembiayaan syariah di kawasan Bogor,” tutup Hadiana.
















