Skip to main content

Property & Bank

Traveloka Ungkap Tren Wisata Q3 2026, Destinasi Alam dan Religi Makin Diminati

Traveloka
Ilustrasi Borobudur (Sumber_Magnific)

Propertynbank.com – Preferensi perjalanan wisatawan Indonesia semakin beragam, mulai dari wisata alam di daerah pegunungan, penjelajahan warisan budaya, hingga perjalanan religi ke luar negeri. Perubahan ini tercermin dalam laporan Traveloka SEA Index Q3 2026 yang mencatat pertumbuhan pemesanan ke sejumlah destinasi domestik dan internasional selama periode Juli–September 2026.

Wonosobo, Magelang, Pangandaran, Sukabumi, dan Bukittinggi menjadi sejumlah destinasi domestik dengan pertumbuhan pemesanan relatif tercepat. Sementara itu, Mekkah mencatat kenaikan pemesanan akomodasi dari Indonesia lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik destinasi tidak hanya ditentukan popularitas kota besar, tetapi juga kekhasan alam, kekayaan budaya, serta pengalaman spiritual yang ditawarkan suatu wilayah.

Tren ini berlangsung di tengah pertumbuhan perjalanan wisata dalam negeri. Data Kementerian Pariwisata mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada Agustus 2026 mencapai 104,3 juta perjalanan, meningkat 11,47% secara tahunan. Jawa Barat dan Jawa Tengah termasuk provinsi tujuan dengan jumlah perjalanan terbesar, masing-masing mencapai 18,7 juta dan 13,8 juta perjalanan.

Wisata Alam Daerah Kian Dilirik

Pertumbuhan pemesanan ke Wonosobo, Magelang, Pangandaran, Sukabumi, dan Bukittinggi memperlihatkan potensi destinasi daerah dalam menarik wisatawan. Daya tarik alam, udara sejuk, serta pengalaman lokal menjadi bagian dari pertimbangan perjalanan di luar kota-kota besar.

Selain pertumbuhan pemesanan, Traveloka SEA Index Q3 2026 juga mencatat pencarian terhadap Garut meningkat 48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dikenal dengan lanskap pegunungan dan suasana alamnya, Garut melengkapi tren meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda dari rutinitas perkotaan.

Bagi industri pariwisata daerah, tren ini membuka peluang bagi pengembangan akomodasi, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro dan kecil yang terhubung dengan aktivitas wisata. Peningkatan kunjungan juga berpotensi memperluas distribusi manfaat ekonomi pariwisata ke daerah.

Wisata Religi dan Warisan Budaya Menguat

Selain wisata alam, perjalanan religi dan budaya turut mewarnai pola perjalanan wisatawan Indonesia. Traveloka mencatat pemesanan akomodasi dari Indonesia ke Mekkah meningkat lebih dari 50% secara tahunan, disertai durasi menginap yang lebih panjang.

Mekkah, Jeddah, dan Madinah masing-masing menempati peringkat ketujuh, kesembilan, dan kesepuluh dalam daftar destinasi internasional dengan pertumbuhan pemesanan relatif tercepat dari Indonesia pada kuartal III 2026.

Sementara itu, minat wisatawan regional terhadap warisan budaya Indonesia terlihat dari meningkatnya pemesanan wisatawan Malaysia ke Magelang dan Yogyakarta. Kedua wilayah tersebut menjadi pintu menuju situs bersejarah dan keagamaan, termasuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Pengembangan wisata berbasis warisan budaya dan religi juga sejalan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan kawasan candi sebagai destinasi wisata, pusat kegiatan spiritual, sekaligus sarana pelestarian sejarah.

Tren ini memberikan peluang bagi pengelola destinasi dan pelaku industri untuk mengembangkan pengalaman wisata yang menggabungkan akomodasi, akses transportasi, interpretasi sejarah, serta aktivitas budaya lokal.

Destinasi Asia Jadi Alternatif Liburan Internasional

Untuk perjalanan ke luar negeri, sejumlah destinasi Asia mencatat pertumbuhan relatif tercepat dari Indonesia. Phú Quốc di Vietnam, Chongqing, Hangzhou, dan Shenzhen di China, serta Nagoya di Jepang masuk dalam lima besar destinasi internasional dengan pertumbuhan relatif tercepat pada Q3 2026.

Tiga dari lima destinasi tersebut berada di China, menunjukkan besarnya minat terhadap beragam pilihan perjalanan di negara tersebut. Phú Quốc juga menjadi destinasi dengan pertumbuhan relatif tertinggi di antara destinasi pendatang baru secara regional dalam laporan tersebut.

Daya tarik Indonesia bagi wisatawan Asia Tenggara turut terlihat dari pencarian perjalanan wisatawan Singapura ke Bandung yang meningkat 64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan pencarian ini menjadi salah satu indikasi peluang pasar regional bagi destinasi Indonesia. Kedekatan geografis, pilihan pengalaman wisata, serta akses perjalanan dapat menjadi faktor pendukung bagi pengembangan pasar tersebut.

Traveloka Ungkap Peluang bagi Industri Pariwisata

Secara keseluruhan, Traveloka SEA Index Q3 2026 menggambarkan semakin beragamnya preferensi perjalanan wisatawan Indonesia dan regional. Wisata alam, destinasi religi, warisan budaya, hingga kota-kota internasional di Asia menawarkan pilihan pengalaman yang berbeda bagi pelancong.

Bagi pelaku industri pariwisata, perubahan tersebut dapat menjadi acuan untuk menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan pasar. Pengelola akomodasi, penyedia transportasi, serta pelaku usaha lokal berpeluang mengembangkan paket perjalanan yang lebih relevan dengan karakter setiap destinasi.

Di sisi lain, pertumbuhan minat wisata perlu diimbangi peningkatan kualitas layanan, aksesibilitas, dan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, tren perjalanan tidak hanya meningkatkan aktivitas wisata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan