
Propertynbank : Pengembang Vasaka Bali mulai membangun Club House untuk menambah fasilitas bagi penghuni di kawasan hunian yang berlokasi di Denpasar Timur, Bali. Pembangunan fasilitas ini ditandai dengan seremoni ground breaking yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan secara bertahap.
Pembangunan Fasilitas ini disiapkan untuk melengkapi kebutuhan penghuni sekaligus memperkuat fungsi kawasan sebagai lingkungan tempat tinggal yang mendukung aktivitas dan interaksi sosial.
Plt. Direktur Utama WKR, Masudi Jauhari, mengatakan pembangunan Club House Vasaka Bali merupakan salah satu langkah perusahaan untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen.
“Ground Breaking Club House ini merupakan salah satu langkah kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi konsumen Vasaka Bali. Kami ingin memastikan pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga memperhatikan fasilitas yang dapat mendukung kebutuhan dan aktivitas penghuninya,” ujarnya.
Club House Vasaka Bali direncanakan menjadi ruang bersama yang dapat dimanfaatkan penghuni untuk berolahraga, bersantai, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga. Fasilitas ini juga diharapkan dapat mendorong interaksi antarwarga dan membangun kebersamaan di lingkungan kawasan.

Dikembangkan di atas lahan sekitar 12 hektare, Vasaka Bali menghadirkan sekitar 300 unit rumah serta area komersial seluas kurang lebih 2,5 hektare. Kawasan ini turut dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain swimming pool, kids pool, gym studio, jogging track, dan area barbeku.
Dari sisi keamanan, pengelola juga menyediakan petugas keamanan dan sistem pemantauan melalui CCTV untuk mendukung kenyamanan penghuni.
Berlokasi di Jalan WR Supratman, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, Vasaka Bali memiliki akses yang menghubungkan kawasan Denpasar dan Ubud. Lokasi tersebut menjadi salah satu aspek yang mendukung mobilitas penghuni dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pembangunan Club House menjadi bagian dari upaya Vasaka Bali melengkapi fasilitas kawasan seiring perkembangannya. Dengan demikian, pengembangan tidak hanya diarahkan pada penyediaan unit hunian, tetapi juga pada lingkungan yang mampu mengakomodasi kebutuhan aktivitas, kenyamanan, dan interaksi sosial penghuninya.















