
Property&Bank.com – Perkembangan media sosial dan platform digital telah mengubah cara mahasiswa mencari sekaligus memilih tempat tinggal. Jika sebelumnya calon penghuni harus mendatangi satu per satu lokasi kost untuk membandingkan fasilitas dan harga, kini proses tersebut dapat dilakukan secara lebih praktis melalui konten digital. Temuan ini terungkap dalam riset terbaru yang dilakukan Cove, perusahaan penyedia hunian co-living modern.
Hasil riset menunjukkan sebanyak 63% mahasiswa hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 bulan untuk menentukan pilihan kost. Kemudahan memperoleh informasi melalui media sosial, mesin pencari, serta ulasan penghuni menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses pengambilan keputusan, terutama menjelang dimulainya semester ganjil ketika kebutuhan hunian mahasiswa meningkat.
Dian Paskalis, Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove, mengatakan mahasiswa memiliki kebutuhan hunian yang berbeda dibandingkan kelompok penghuni lainnya. Selain menginginkan tempat tinggal yang nyaman, mereka juga harus menyesuaikan pilihan dengan anggaran yang relatif terbatas.
Menurutnya, mahasiswa membutuhkan keseimbangan antara kenyamanan, privasi, produktivitas, dan ruang untuk bersosialisasi. Dengan rata-rata anggaran sekitar Rp2 juta per bulan, konsep co-living dinilai mampu menjadi solusi karena menawarkan fasilitas yang lebih lengkap dengan pilihan harga yang beragam.
Cove Ungkap Media Sosial Ubah Cara Mahasiswa Memilih Kost

Riset Cove menemukan bahwa media sosial kini menjadi salah satu sumber utama mahasiswa dalam mencari kost. Sebanyak 22% responden menemukan hunian melalui konten TikTok Cove, sementara 18% memanfaatkan Google dan Google Maps, serta 17% memperoleh informasi dari keluarga maupun teman.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa sebagai generasi digital-first semakin mengandalkan konten visual untuk menilai sebuah hunian. Foto, video room tour, hingga pengalaman penghuni lain menjadi referensi penting sebelum mereka memutuskan melakukan survei atau menyewa kamar.
Mayoritas penghuni mahasiswa Cove berada pada rentang usia 18 hingga 24 tahun, dengan sebagian besar berasal dari Pulau Jawa, disusul Sumatera dan Kalimantan. Jakarta menjadi tujuan favorit, terutama Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat, karena memiliki banyak perguruan tinggi serta akses yang mendukung aktivitas mahasiswa.
Menariknya, 9 dari 10 mahasiswa memilih tinggal di kamar sendiri. Preferensi tersebut menunjukkan bahwa privasi menjadi salah satu kebutuhan utama, meskipun mereka memiliki anggaran yang terbatas.
Selain privasi, mahasiswa juga mempertimbangkan fasilitas dan kemudahan layanan. Responden menyebut fasilitas kamar yang lengkap sebagai alasan utama memilih hunian, disusul kedekatan dengan kampus, serta layanan seperti WiFi, kebersihan kamar, dan laundry yang telah termasuk dalam biaya sewa.
Meski proses pencarian kost semakin cepat berkat teknologi digital, mahasiswa masih menghadapi sejumlah tantangan. Dua kendala terbesar adalah menemukan hunian yang berada di lingkungan aman dan nyaman serta memiliki lokasi yang strategis.
Di sisi lain, faktor keterjangkauan harga tetap menjadi pertimbangan penting. Sebanyak 40% mahasiswa memiliki alokasi dana bulanan sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta, yang harus dibagi untuk biaya kost, kebutuhan sehari-hari, hingga pengeluaran lainnya. Kondisi tersebut membuat hunian dengan harga yang kompetitif tetap menjadi pilihan utama.
Hal itu tercermin dari tingginya minat terhadap Cove Basics, segmen hunian Cove dengan rata-rata harga sewa sekitar Rp2 juta per bulan. Segmen ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa akan tempat tinggal yang nyaman, dekat dengan pusat aktivitas, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Secara keseluruhan, Riset Cove menunjukkan bahwa digitalisasi telah mengubah pola pencarian hunian mahasiswa. Meski media sosial dan paltform digital kini mempermudah proses memilih kost, keputusan akhir tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor mendasar seperti lokasi strategis, keamanan lingkungan, privasi, kelengkapan fasilitas, dan harga yang sesuai dengan kemampuan finansial. Temuan ini juga mencerminkan perubahan tren di pasar hunian sewa, di mana kehadiran informasi digital semakin menentukan keputusan calon penyewa, khususnya dari kalangan mahasiswa.
















