Property & Bank

Summarecon Mulai Bangun Stasiun Bekasi Ekstensi, Proyek Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Stasiun Bekasi Ekstensi
Groundbreaking Tod Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi

Propertynbank.com – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) resmi memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, sebuah proyek transportasi yang menjadi bagian dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Bekasi.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memperkuat konektivitas sekaligus mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi massal.

Prosesi groundbreaking berlangsung dengan seremoni penekanan sirine yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Direktur Operasi Prasarana dan Keselamatan Wilayah I PT KAI Awan Hermawan Purwadinata, Managing Director Summarecon Herman Nagaria, serta President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi.

Turut hadir pula jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero), komisaris, dan direksi Summarecon sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Kota Bekasi.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi kelanjutan komitmen Summarecon dalam menghadirkan infrastruktur pendukung kawasan. Pembangunan stasiun baru ini juga merupakan bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

“Keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi akan memberikan alternatif akses bagi masyarakat, sekaligus mendukung pemerataan distribusi penumpang kereta api di Kota Bekasi,” ujar Adrianto di sela-sela groundbreaking, Jumat (24/7). Sebelumnya, perusahaan telah membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang satu kilometer pada awal pengembangan Summarecon Bekasi pada 2010.

Jembatan layang tersebut berhasil meningkatkan konektivitas antara wilayah utara dan selatan Kota Bekasi yang dipisahkan jalur kereta api, sekaligus membantu mengurangi kemacetan di Jalan Perjuangan.

“Melalui pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari TOD Summarecon, kami ingin menghadirkan akses transportasi yang lebih nyaman, efisien, sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan. Kehadiran stasiun ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan di Stasiun Bekasi yang sudah beroperasi saat ini,” tegas Adrianto.

Ia menambahkan, pembagian layanan penumpang nantinya akan lebih optimal. Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani pengguna dari wilayah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting tetap melayani masyarakat dari kawasan utara dan timur.

Sinergi Pemerintah dan Swasta

Pemerintah menilai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan proyek ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kawasan perkotaan. “Konsep TOD mampu mendorong mobilitas masyarakat yang lebih efisien sekaligus menciptakan kawasan yang produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyebut pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional. “Arah pembangunan transportasi saat ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada integrasi antarmoda yang mampu meningkatkan kualitas tata ruang kota,” jelasnya.

Dengan kapasitas yang lebih besar, stasiun baru ini diharapkan dapat mengakomodasi pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line maupun kereta api jarak jauh, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai pembangunan kawasan TOD akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas lingkungan perkotaan, serta menjadikan Bekasi sebagai kota yang semakin nyaman untuk dihuni.

Stasiun Bekasi Ekstensi Tahap Awal Pengembangan TOD

Secara desain, Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 6.733 meter persegi.

Bangunan stasiun terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung serta sky bridge untuk memudahkan mobilitas penumpang menuju berbagai area di kawasan TOD Summarecon.

Pembangunan stasiun ini menjadi fase awal pengembangan kawasan TOD Summarecon Bekasi yang akan terus dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan.

Tahap berikutnya mencakup pembangunan jaringan transportasi massal yang akan menghubungkan kawasan utara Kota Bekasi, melintasi Summarecon Bekasi dan kawasan TOD, hingga terkoneksi dengan Stasiun LRT Jabodebek melalui jalur sepanjang sekitar lima kilometer.

Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi yang lebih efisien, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, sekaligus meningkatkan nilai kawasan di sekitar koridor transit.

Dengan dimulainya pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi, Summarecon kembali menegaskan strateginya dalam menghadirkan kawasan terpadu yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan properti, tetapi juga mendukung terciptanya sistem mobilitas perkotaan yang modern, berkelanjutan, dan terintegrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan