Skip to main content

Property & Bank

Metland Kertajati Bidik Ekosistem Kota Baru, Garap Hunian Sewa hingga Pendidikan Vokasi

metland kertajati
Hotel Metland Smara, Kertajati sangat dekat lokasinya dengan Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati (BIJB)

Propertynbank.com – Pengembangan Metland Kertajati yang dikembangkan PT Metropolitan Land Tbk (Metland) memiliki prospek jangka panjang seiring potensi pertumbuhan industri, aktivitas pemerintahan, dan kebutuhan hunian di Kertajati, Jawa Barat. Untuk memperkuat daya tarik kawasan, Metland tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga menyiapkan ekosistem kota baru yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Wahyu Sulistio, mengatakan pengembangan kawasan perlu mengikuti kebutuhan riil pasar. Keberadaan kawasan industri membuka peluang bagi penyediaan hunian sewa, fasilitas pendidikan, hingga berbagai layanan komersial untuk mendukung pekerja dan pelaku usaha.

Menurutnya, konsep kota baru tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan perumahan. Kawasan perlu dilengkapi berbagai fasilitas agar mampu menunjang aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Salah satu peluang yang mulai dikembangkan adalah rumah kos untuk memenuhi kebutuhan akomodasi pekerja industri dan pendatang. Produk ini juga menawarkan alternatif investasi bagi konsumen yang ingin memperoleh pendapatan dari penyewaan properti.

Wahyu mengungkapkan, rumah kos yang telah dibeli investor mulai terisi. Kondisi tersebut menjadi indikasi awal adanya permintaan akomodasi dari aktivitas industri di sekitar kawasan. Ke depan, prospek hunian sewa akan dipengaruhi pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kebutuhan tempat tinggal sementara.

“Selain hunian, Metland melihat pendidikan vokasi sebagai peluang untuk memperkuat ekosistem kawasan. Industri membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai, sehingga pendidikan dan pelatihan menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan investasi,” ujar Wahyu di sela-sela pelaksanaan event Metland Run for Fun 2026 series 5 di Metland Kertajati, Minggu (19/10).

Metland, tegas Wahyu, telah memulai langkah awal melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menyediakan pelatihan keterampilan dan sertifikasi dalam waktu relatif singkat. Program tersebut menjadi tahap awal untuk mengukur kebutuhan pasar sebelum perusahaan mempertimbangkan pengembangan fasilitas pendidikan vokasi yang lebih luas.

Menurut Wahyu, peluang pendidikan vokasi tidak hanya berasal dari kebutuhan industri lokal, tetapi juga kesempatan kerja di luar negeri. Tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan sertifikasi memadai berpeluang mendapatkan kesempatan kerja lebih baik. Dengan demikian, pengembangan pendidikan vokasi dapat membantu memenuhi kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat setempat.

Fasilitas Di Metland Kertajati

Dari sisi fasilitas komersial, Metland telah menyiapkan lokasi untuk pengembangan pusat perbelanjaan. Namun, realisasinya akan mempertimbangkan pertumbuhan populasi dan aktivitas masyarakat agar memiliki basis pengunjung yang memadai. Perusahaan juga membuka peluang pengembangan fasilitas kesehatan melalui penjajakan kerja sama dengan mitra terkait.

Wahyu menilai, pertumbuhan fasilitas komersial perlu berjalan seiring dengan perkembangan kawasan. Ketika aktivitas industri, pemerintahan, dan permukiman meningkat, kebutuhan terhadap layanan perdagangan, kesehatan, pendidikan, dan akomodasi diperkirakan ikut berkembang.

Faktor konektivitas juga menjadi penentu prospek Metland Kertajati. Akses jalan tol yang tersedia menjadi modal awal, sementara pengembangan infrastruktur yang terintegrasi masih dibutuhkan untuk menghubungkan kawasan industri dengan pusat kegiatan ekonomi lainnya.

Wahyu turut menyoroti potensi Bandara Internasional Kertajati dalam mendukung kegiatan logistik, khususnya untuk komoditas yang membutuhkan pengiriman cepat dan penanganan khusus. Produk farmasi yang memerlukan pengendalian suhu serta komoditas perikanan dan pangan yang mudah rusak berpotensi memanfaatkan transportasi udara.

Meski demikian, pengembangan logistik membutuhkan dukungan fasilitas penanganan barang, rantai dingin (cold chain), konektivitas darat, dan kepastian permintaan industri. Jika ekosistem tersebut terbentuk, aktivitas logistik berpotensi mendorong kebutuhan pergudangan, hunian pekerja, dan fasilitas pendukung usaha.

Lebih luas, Wahyu berpandangan bahwa pengembangan Kertajati perlu menjadi bagian dari perencanaan ekonomi regional Jawa Barat yang terintegrasi. Pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha perlu berkolaborasi memetakan potensi wilayah agar kawasan industri, pendidikan, pariwisata, dan permukiman dapat saling mendukung.

Bagi Metland, peluang tersebut membuka ruang pengembangan yang lebih luas daripada sekadar penjualan rumah. Namun, realisasinya tetap bergantung pada pertumbuhan investasi industri, kebutuhan pasar, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta dukungan infrastruktur dan kebijakan yang konsisten.

Dengan pendekatan yang mengikuti perkembangan ekonomi regional, Metland Kertajati berpeluang tumbuh menjadi kawasan kota baru yang mengintegrasikan hunian, investasi properti, pendidikan, dan kegiatan ekonomi produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan