Skip to main content

Property & Bank

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Pembiayaan Produktif Tumbuh 17,2%

kredit bca
Presiden Direktur Bank Central Asia, Hendra Lembong

Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor usaha. Hingga September 2026, BCA bersama entitas anak mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 12,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1.063 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung kondisi likuiditas dan pendanaan yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) BCA meningkat 8% YoY menjadi Rp1.301 triliun, sementara dana murah atau current account and savings account (CASA) tumbuh 10,4% menjadi Rp1.103 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan perseroan terus mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor korporasi, komersial, hingga usaha kecil dan menengah (UKM), dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Salah satu penopang pertumbuhan kredit BCA adalah pembiayaan produktif yang mencapai Rp831 triliun atau meningkat 17,2% YoY. Dari jumlah tersebut, kredit korporasi tercatat sebesar Rp528,1 triliun, tumbuh 20,9%. Sementara kredit komersial mencapai Rp154,1 triliun atau meningkat 7,8%, dan pembiayaan UKM sebesar Rp149,2 triliun, tumbuh 15,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Hendra, penyaluran kredit produktif menjadi bagian dari komitmen BCA dalam mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Berbagai kegiatan seperti BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 juga menjadi sarana mempertemukan kebutuhan pembiayaan dengan peluang pengembangan usaha. BCA UMKM Fest tahun ini melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha.

Dari sisi kualitas aset, kinerja pembiayaan tetap terjaga. Rasio loan at risk (LAR) berada di level 4,6%, sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat 1,8% per September 2026. Sementara itu, laba bersih BCA dan entitas anak mencapai Rp45,2 triliun, meningkat 4,2% YoY selama sembilan bulan pertama 2026.

Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan dan KPR dan Kredit BCA

BCA juga terus memperbesar kontribusi pembiayaan terhadap kegiatan ekonomi berkelanjutan. Hingga September 2026, kredit berkelanjutan perseroan mencapai Rp280,3 triliun atau tumbuh 16,3% YoY. Nilai tersebut setara 26,4% dari keseluruhan portofolio kredit BCA.

Dukungan terhadap sektor UMKM turut diperkuat melalui program Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026. Program yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027 ini menawarkan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun serta pilihan tenor kredit lebih panjang.

Di sektor properti dan pembiayaan perumahan, BCA juga menghadirkan program KPR Fixed Terencana. Produk ini dirancang untuk membantu masyarakat merencanakan pembelian hunian dengan kepastian skema suku bunga sesuai ketentuan program, sehingga nasabah dapat mengelola kewajiban cicilan secara lebih terencana di tengah dinamika suku bunga.

Percepat Transformasi Digital

Selain memperkuat bisnis pembiayaan, BCA terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi myBCA. Sejumlah fitur baru dihadirkan untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah.

Di antaranya peningkatan limit transfer harian yang dapat diatur hingga Rp500 juta, fitur Widget untuk mengakses layanan pilihan, serta Tabungan Emas yang memungkinkan nasabah membeli dan menjual emas secara digital. myBCA juga menyediakan layanan transfer valuta asing secara instan dalam mata uang SGD, GBP, dan CAD ke Singapura, Inggris, serta Kanada.

Terbaru, BCA menghadirkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi menggunakan QRIS dengan sumber dana kartu kredit melalui myBCA.

Hendra menyampaikan, inovasi digital tersebut merupakan bagian dari upaya BCA menghadirkan solusi keuangan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bahkan, pengisian saldo Flazz kini dapat dilakukan mulai nominal Rp10 ribu.

Perkuat Literasi dan Tanggung Jawab Sosial

Di luar aktivitas bisnis, BCA juga memperkuat kontribusi sosial melalui program Bakti BCA. Pada bidang pendidikan, program Genera-Z Berbakti 2026 berhasil menghimpun 260 proposal dari lebih dari 98 perguruan tinggi di Indonesia. Empat tim terpilih dari UI, UGM, UNAIR, dan UNPAD menjalankan program pengabdian masyarakat di sejumlah Desa Wisata Bakti BCA.

BCA juga kembali menghadirkan Beasiswa Bakti BCA yang hingga kini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 9.200 penerima. Di bidang kesehatan, perseroan menyalurkan bantuan kacamata bagi lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, serta menggelar operasi katarak gratis di Mentawai dan Toraja.

Sementara dalam pelestarian lingkungan, Bakti BCA melepasliarkan sekitar 1.300 tukik di Banyuwangi sekaligus memberikan edukasi lingkungan kepada 100 pelajar.

Berbagai inisiatif tersebut melengkapi komitmen BCA dalam memperluas inklusi dan literasi keuangan. Atas kontribusinya, BCA memperoleh empat penghargaan dari OJK dalam ajang KEJAR Award dan Financial Literacy Award, serta apresiasi dari BPJPH pada Indonesia Halal Awards 2026.

Dengan pertumbuhan kredit yang solid, kualitas aset terjaga, serta pengembangan layanan digital dan program sosial, BCA terus memperkuat posisinya sebagai salah satu institusi perbankan yang mendukung pembiayaan sektor produktif, kebutuhan hunian, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan