
Propertynbank.com – Pacific Paint kembali memperkuat portofolio produk dekoratifnya dengan meluncurkan Metrotop Interior, cat tembok interior terbaru yang dilengkapi teknologi Anti-Black Mold untuk membantu menghambat pertumbuhan jamur hitam pada dinding.
Produk tersebut diperkenalkan secara resmi dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang, sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan solusi inovatif bagi kebutuhan hunian modern yang lebih sehat, nyaman, dan tahan lama.
Peluncuran Metrotop Interior dilakukan di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas udara di dalam ruangan (indoor air quality). Kondisi kelembapan yang tinggi kerap memicu munculnya black mold atau jamur hitam pada dinding dan plafon, yang tidak hanya mengganggu estetika bangunan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti alergi, iritasi kulit, hingga gangguan saluran pernapasan.
Menjawab tantangan tersebut, Pacific Paint menghadirkan formulasi baru yang mampu membantu menjaga permukaan dinding tetap bersih sekaligus mempertahankan tampilan cat dalam jangka panjang.
Head of Marketing Pacific Paint, Tan Caroline, mengatakan peluncuran Metrotop Interior merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan produk yang tidak hanya unggul dari sisi estetika, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan penghuni rumah.
“Melalui Metrotop Interior, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar cat dinding. Produk ini menawarkan solusi inovatif yang membantu melindungi hunian dari pertumbuhan black mold, sekaligus memberikan hasil akhir yang indah, tahan lama, dan aman bagi keluarga. Kami melihat kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara dan kesehatan di dalam rumah terus meningkat, sehingga inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujar Caroline kepada sejumlah awak media di booth Pacific Paint, di arena IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD City, Rabu (8/7).
Dilengkapi Teknologi Anti-Black Mold
Metrotop Interior merupakan cat berbahan dasar acrylic emulsion dengan hasil akhir matte yang dirancang untuk berbagai kebutuhan interior.
Selain mengusung teknologi Anti-Black Mold, produk ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain daya tutup yang baik, daya sebar lebih luas, ketahanan warna yang optimal, perlindungan anti-alkali, serta kandungan Low VOC (Volatile Organic Compounds) yang lebih aman digunakan di dalam ruangan.
Produk ini juga dirancang agar mudah diaplikasikan menggunakan kuas, roller maupun spray pada berbagai jenis permukaan, seperti beton, plester, batu bata, papan, asbes hingga GRC.
Menurut Caroline, Metrotop Interior ditujukan bagi berbagai segmen pasar, mulai dari pemilik rumah, kontraktor, aplikator profesional hingga pengembang proyek yang membutuhkan produk berkualitas dengan efisiensi aplikasi yang tinggi.
“Saat ini konsumen menginginkan produk yang memberikan nilai tambah. Karena itu Metrotop Interior hadir sebagai solusi yang menggabungkan kualitas pengecatan, perlindungan terhadap jamur, sekaligus efisiensi dalam proses aplikasi,” katanya.
Hasil Riset dan Pengujian Laboratorium Pacific Paint
Pengembangan Metrotop Interior merupakan hasil riset intensif yang dilakukan oleh tim Research & Development (R&D) Pacific Paint.
Sementara itu, Head of Laboratory Pacific Paint, Lusiana Simarmata, menjelaskan bahwa formulasi produk difokuskan untuk membantu menghambat pertumbuhan jamur hitam tanpa mengurangi performa utama cat, seperti daya tutup, kemudahan aplikasi maupun ketahanan warna.
“Melalui berbagai tahapan penelitian dan pengujian laboratorium, kami memastikan Metrotop Interior memiliki performa yang konsisten sehingga mampu menjadi solusi efektif dalam menciptakan hunian yang lebih sehat dan nyaman,” jelas Lusiana.
Untuk memastikan efektivitasnya, Metrotop Interior juga telah menjalani pengujian di laboratorium independen menggunakan metode dry film fungal resistance, yakni pengujian ketahanan lapisan cat terhadap pertumbuhan jamur pada permukaan kering.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa permukaan yang dilapisi Metrotop Interior tidak memperlihatkan pertumbuhan jamur hitam yang terlihat secara visual. Sementara itu, panel pembanding yang menggunakan produk sejenis menunjukkan adanya pertumbuhan jamur pada lapisan cat.
Temuan tersebut menjadi validasi bahwa teknologi Anti-Black Mold yang diterapkan mampu membantu menghambat pertumbuhan jamur sehingga kualitas tampilan dinding dapat terjaga lebih lama.
Hadir dalam 24 Pilihan Warna
Metrotop Interior tersedia dalam 24 pilihan warna yang mengikuti tren desain interior masa kini. Produk ini dipasarkan dalam dua pilihan kemasan, yakni 5 kilogram dan 25 kilogram, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengecatan rumah tinggal maupun proyek berskala lebih besar.
Sebagai bagian dari peluncuran produk, Pacific Paint juga menghadirkan program cashback hingga 31 Desember 2027.
Konsumen yang membeli Metrotop Interior kemasan 5 kilogram akan memperoleh cashback sebesar Rp10.000, sedangkan pembelian kemasan 25 kilogram mendapatkan cashback Rp50.000. Proses klaim dilakukan dengan memindai QR Code yang tersedia di dalam kemasan untuk memperoleh saldo e-wallet.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan cat interior yang tidak hanya menghadirkan hasil pengecatan berkualitas, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap pertumbuhan jamur hitam.
IndoBuildTech Jadi Ajang Perkenalan Perdana
Pacific Paint memanfaatkan penyelenggaraan IndoBuildTech Expo 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan Metrotop Interior kepada masyarakat luas, termasuk arsitek, desainer interior, kontraktor, aplikator hingga pelaku industri konstruksi.
Melalui booth yang dihadirkan selama pameran, pengunjung dapat melihat langsung demonstrasi teknologi Anti-Black Mold, mengenal berbagai produk dekoratif, otomotif, marine, hingga protective coating milik Pacific Paint, serta berkonsultasi dengan tim teknis mengenai solusi pengecatan yang sesuai dengan kebutuhan proyek maupun hunian.
“Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami ingin terus menghadirkan solusi pengecatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri bangunan di Indonesia,” tutup Caroline.
















