
Propertynbank.com – Titanium Lamina, lini premium sintered stone milik PT Surya Multi Cemerlang yang berada di bawah naungan Platinum Ceramics Group, memperkenalkan teknologi Bio Luminance melalui koleksi Lumen Series dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Peluncuran inovasi tersebut sekaligus mengantarkan Titanium Lamina meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Batu Sinter Pertama dengan Bio Luminesensi (Efek Bercahaya dalam Gelap), sebuah pencapaian yang menandai babak baru dalam pengembangan material interior berbasis teknologi.
Penghargaan diserahkan pada 8 Juli 2026 di sela penyelenggaraan IndoBuildTech Expo dan menjadi momentum bagi Titanium Lamina untuk memperkenalkan teknologi Bio Luminance kepada kalangan arsitek, desainer interior, pengembang, kontraktor, hingga pelaku industri bangunan.
Material Interior Tak Lagi Sekadar Permukaan
Selama ini, material permukaan identik dengan fungsi estetika dan daya tahan. Namun melalui Bio Luminance, Titanium Lamina menghadirkan pendekatan berbeda dengan menjadikan material sebagai elemen yang mampu berinteraksi dengan pencahayaan dan menciptakan pengalaman visual yang dinamis.
CEO Platinum Ceramics Group, Liem May Tjoe, mengatakan perkembangan desain interior saat ini menuntut material yang tidak hanya kuat dan menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan pengalaman baru bagi pengguna ruang.
“Material interior saat ini tidak lagi dinilai hanya dari kekuatan maupun tampilannya. Kami melihat adanya kebutuhan akan material yang mampu menghadirkan pengalaman ruang yang berbeda. Melalui Bio Luminance, kami mengeksplorasi bagaimana cahaya dapat berinteraksi dengan material untuk menciptakan dimensi visual baru,” ujarnya kepada sejumlah awak media, di booth Platinum Ceramics Group, di arena IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD City, Rabu (8/7).
Titanium Lamina Hadirkan Dua Teknologi dalam Lumen Series
Lumen Series dikembangkan melalui dua konsep utama, yakni Artisan Translucence dan Bio Luminance.
Artisan Translucence menghadirkan tampilan menyerupai batu mineral transparan seperti onyx dengan permainan kedalaman material dan pencahayaan sehingga menghasilkan efek visual yang elegan. Sementara Bio Luminance menawarkan pendekatan yang lebih inovatif melalui efek cahaya pada urat permukaan sintered stone.
Teknologi tersebut bekerja setelah material menerima paparan sinar ultraviolet (UV). Urat batu kemudian memancarkan cahaya berwarna turquoise yang tetap terlihat dalam kondisi gelap melalui efek afterglow, sehingga menghadirkan karakter visual yang berbeda dibandingkan material interior konvensional.
Efek tersebut membuka peluang baru dalam perancangan ruang karena permukaan material tidak lagi hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi ikut membangun atmosfer interior sesuai kondisi pencahayaan.
Raih Pengakuan MURI
Inovasi Bio Luminance mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai batu sinter pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi bio luminesensi dengan efek bercahaya dalam gelap.
Bagi perusahaan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas proses riset dan pengembangan yang telah dilakukan dalam menghadirkan inovasi material berbasis teknologi.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi. Kami memandang pencapaian ini bukan sebagai tujuan akhir, melainkan awal dari eksplorasi yang lebih luas terhadap teknologi material dan desain yang mampu menjawab kebutuhan industri arsitektur maupun interior,” kata Liem.
Perluas Peluang Desain Interior Premium
Karakter visual Bio Luminance memberikan fleksibilitas bagi arsitek dan desainer interior untuk menciptakan identitas ruang yang lebih kuat.
Material ini dapat diaplikasikan pada berbagai elemen interior, seperti feature wall, meja resepsionis, backdrop, elemen dekoratif, hingga berbagai bidang yang membutuhkan aksen visual berbeda ketika kondisi pencahayaan berubah.
Potensi penggunaannya juga cukup luas, mulai dari proyek hotel dan hospitality, pusat perbelanjaan, showroom, ruang komersial, galeri seni, perkantoran modern, hingga hunian premium.
Melalui pendekatan tersebut, Titanium Lamina ingin menunjukkan bahwa material permukaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelapis bangunan, tetapi menjadi bagian dari pengalaman ruang yang mampu menghadirkan nilai estetika sekaligus teknologi dalam satu kesatuan.
Dorong Inovasi Material Bangunan Nasional
Sebagai bagian dari Platinum Ceramics Group yang telah berkiprah lebih dari lima dekade di industri material permukaan, Titanium Lamina terus memperkuat posisinya di segmen premium melalui pengembangan teknologi dan desain.
Kehadiran Lumen Series menjadi bukti bahwa inovasi material tidak hanya berfokus pada aspek kekuatan dan ketahanan, tetapi juga mengintegrasikan unsur estetika, performa, teknologi, serta pengalaman pengguna.
“Melalui Bio Luminance, Titanium Lamina berharap dapat memberikan inspirasi baru bagi dunia arsitektur dan desain interior Indonesia sekaligus mendorong lahirnya solusi material yang semakin inovatif, adaptif, dan memiliki nilai tambah bagi berbagai proyek bangunan di masa depan,” ungkap Liem.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Edy Suyanto yang ikut hadir dalam penyerahan penghargaan MURI tersebut mengapresiasi Platinum Ceramics Group dengan produk-produk premiumnya, khususnya Titanium. “Selamat dan sukses kepada Titanium, kami ikut bangga atas inovasinya dan secara pribadi kami perlu belajar banyak kepada Titanium,” tegas Edy Suyanto.
















