
Propertynbank.com – Pertumbuhan aktivitas bisnis di kawasan Paramount Gading Serpong yang dikembangkan Paramount Land semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu pusat ekonomi baru di Tangerang Raya. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 707 tenant baru bergabung di kawasan ini. Bahkan, hanya pada Juli 2026 terdapat 104 bisnis baru yang masuk, mencerminkan tingginya permintaan terhadap ruang komersial sekaligus kuatnya captive market.
Momentum tersebut menjadi salah satu indikator yang melandasi rencana Paramount Gading Serpong menghadirkan The Finest Commercial Selection, rangkaian produk komersial premium yang dikurasi berdasarkan lokasi, kebutuhan pasar, aksesibilitas, dan nilai investasi.
Produk-produk tersebut akan berada di titik strategis, khususnya di kawasan perbatasan Gading Serpong–BSD yang semakin terhubung melalui pengembangan akses jalan baru. Posisi ini dinilai memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar lintas kawasan.
Menjadi Regional Commercial Hub
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan selatan Paramount Gading Serpong berkembang signifikan. Koridor Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, hingga Aniva tidak lagi sekadar menjadi area komersial pendukung hunian, tetapi telah membentuk ekosistem bisnis yang hidup dengan ratusan usaha F&B dan ritel gaya hidup.
Perkembangan tersebut memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu commercial hub yang menarik pasar lebih luas, mulai dari Jabodetabek hingga konsumen dari luar Pulau Jawa.
Konsep ini juga diperkuat oleh keberadaan Manhattan District seluas sekitar 22 hektare yang berkembang sebagai pusat ekonomi, sosial, dan gaya hidup. Sementara itu, pengembangan Pasadena Central District seluas sekitar 40 hektare menjadi tahapan berikutnya dalam membangun kawasan mixed-use yang mengintegrasikan hunian, komersial, fasilitas kota, dan anchor tenant.
Menurut Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, pertumbuhan kawasan komersial tidak terlepas dari pendekatan berbasis riset terhadap perilaku konsumen dan kebutuhan pelaku usaha.
“Paramount Gading Serpong mengembangkan kawasan komersial berdasarkan riset perilaku konsumen dan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu penentu keberhasilan investasi properti komersial adalah konektivitas dan perputaran traffic,” ujarnya.
Menurut Ferry, keberadaan akses jalan baru Gading Serpong–BSD dan penerapan konsep “10 Minutes City Living” membuat batas antarkawasan semakin terbuka. Kondisi tersebut berpotensi memperluas jangkauan pasar bagi bisnis F&B dan ritel.
Paramount Land Usung Konsep 10-Minute City Living
Salah satu kekuatan Pasadena Central District adalah penerapan konsep “10 Minutes City Living”, yang menempatkan kebutuhan hunian, bisnis, kuliner, dan fasilitas kota dalam jarak yang mudah dijangkau.
Hunian premium seperti Grand Pasadena Village dan Altadena Residences berada dekat dengan kawasan komersial Grand Boulevard Aniva, Aniva Studio Loft, serta pusat kuliner yang telah menjadi tujuan masyarakat.

Konsep tersebut diperkuat dengan posisi Pasadena Central District yang menghadap Boulevard Raya Gading Serpong dan terhubung langsung dengan dua dari tiga akses jalan baru Gading Serpong–BSD.
Dengan demikian, kawasan tidak hanya mengandalkan captive market dari penghuni sekitar, tetapi juga traffic dari kawasan tetangga.
Tiga Produk dalam The Finest Commercial Selection
Dalam momentum pertumbuhan tersebut, Paramount Gading Serpong menyiapkan tiga pilihan produk komersial yang menyasar kebutuhan bisnis berbeda.
Pertama, Maggiore Vibes. Produk ini menawarkan lokasi premium yang menghadap langsung Boulevard Raya pada koridor utama Gading Serpong–BSD. Posisi tersebut menjadikannya menarik untuk bisnis F&B berskala besar, flagship store, maupun usaha yang membutuhkan visibilitas tinggi.
Kedua, Altadena Square. Berada di dalam Pasadena Central District, produk ini mendapatkan dukungan captive market dari kawasan hunian premium sekaligus keuntungan konektivitas menuju akses baru Gading Serpong–BSD.
Ketiga, Pasadena Square South (New Type). Produk dengan tipe terbaru ini dirancang lebih adaptif terhadap kebutuhan bisnis modern. Lokasinya berada di kawasan premium Pasadena Central District dengan aksesibilitas tinggi serta pendekatan walkable retail yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki.
Ketiga produk tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ruang komersial kini tidak hanya berbicara mengenai luas bangunan atau harga, tetapi juga lokasi, traffic, captive market, konektivitas, dan ekosistem kawasan.
Ekosistem Kota Menjadi Penguat Nilai
Pertumbuhan bisnis di Gading Serpong juga ditopang fasilitas kota yang telah matang. Kehadiran Pasar Modern Paramount Gading Serpong, Atria Hotel, Bethsaida Hospital, Matana University, Gading Raya Golf Club, fasilitas pendidikan, serta beragam pusat komersial memperkuat konsep Everything is Here.
Senior Property Consultant Gading Pro, Lena Jo, menilai karakter Gading Serpong memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan kawasan penyangga Jakarta lainnya.
Menurutnya, Gading Serpong banyak diminati keluarga muda karena menawarkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Sekolah, fasilitas kesehatan, pusat kuliner, hingga area komersial berada dalam satu kawasan yang relatif mudah dijangkau,” ungkap Lena Jo yang banyak memasarkan properti di kawasan Gading Serpong, BSD hingga Alam Sutera.
Keunggulan tersebut menjadi semakin relevan ketika dikombinasikan dengan pertumbuhan commercial cluster yang tersebar di berbagai titik. Aktivitas ekonomi pun tidak hanya terpusat pada satu pusat perbelanjaan, tetapi tumbuh melalui berbagai koridor komersial.
Berbasis Riset, Bukan Sekadar Ruang Usaha
Ferry menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menghadirkan produk komersial The Finest Commercial Selection yang merefleksikan perubahan karakter pasar properti komersial. Produk yang ditawarkan tidak hanya diposisikan sebagai ruang usaha, tetapi sebagai bagian dari ekosistem bisnis yang telah memiliki traffic dan pasar.
“Kami tidak hanya menjual ruang usaha, tetapi juga melakukan kurasi lokasi terbaik dan aksesibilitas yang siap menangkap daya beli tinggi dari berbagai kawasan Jabodetabek hingga luar Jawa,” kata Ferry.
Dengan pertumbuhan 707 tenant baru hingga Juli 2026, tambahan 104 bisnis baru dalam satu bulan, serta semakin kuatnya konektivitas Gading Serpong–BSD, produk komersial di kawasan ini memiliki modal penting untuk menangkap pertumbuhan ekonomi regional.
“Bagi investor maupun pelaku usaha, kombinasi lokasi premium, captive market, konektivitas, established ecosystem, dan pertumbuhan tenant menjadi faktor yang membuat koridor komersial Gading Serpong semakin menarik untuk diperhatikan,” tutup Ferry.

















