
Propertynbank.com – Transformasi digital di sektor properti kini tidak lagi sebatas memudahkan masyarakat mencari hunian atau melakukan transaksi. Perkembangan teknologi mulai merambah tahapan setelah konsumen memiliki rumah, termasuk proses pembangunan, renovasi, pemilihan material hingga pengawasan proyek.
Melihat kebutuhan tersebut, PasangIn resmi meluncurkan platform Construction Technology pada Kamis (27/8/2026). Platform ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem pembangunan rumah melalui satu layanan digital.
Ekosistem tersebut mencakup pemilik rumah, arsitek, tenaga konstruksi, kontraktor, supplier material, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk membantu pengguna memantau perkembangan proyek secara lebih interaktif dan real-time.
Teknologi tersebut dihadirkan untuk menjawab salah satu persoalan yang kerap muncul dalam proyek konstruksi rumah, yakni keterbatasan informasi mengenai progres pekerjaan. Dengan sistem monitoring digital, pemilik rumah dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan pembangunan tanpa harus selalu berada di lokasi proyek.
Mengintegrasikan Ekosistem Properti dan Konstruksi
Founder dan CEO PasangIn, Hudan Toha Indrayata, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap properti sebenarnya tidak berhenti ketika proses pembelian rumah atau lahan selesai.
Menurutnya, perjalanan konsumen masih berlanjut pada berbagai kebutuhan lain, mulai dari merancang bangunan, menghitung biaya, mencari tenaga konstruksi, memilih material hingga memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
“Di balik sebuah rumah terdapat ekosistem yang luas. Ada arsitek, kontraktor, tukang, supplier, proses pembayaran, dan monitoring. PasangIn kami bangun untuk menghubungkan seluruh kebutuhan tersebut,” ujar Hudan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8).
Karena itu, PasangIn mengembangkan sejumlah layanan yang mencakup pembangunan rumah baru, renovasi, estimasi biaya, marketplace material hingga project monitoring.
Konsep tersebut membuat proses pembangunan rumah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi. Pengguna tidak hanya mendapatkan akses terhadap tenaga profesional, tetapi juga dapat mengikuti tahapan proyek sejak awal hingga penyelesaian.
Alurnya dimulai dari pengajuan kebutuhan, pemilihan arsitek, survei lokasi, penyusunan desain, perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemilihan material, pelaksanaan pembangunan, monitoring pekerjaan hingga proses pembayaran.
Model layanan seperti ini dinilai dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang selama ini harus mengelola berbagai kebutuhan konstruksi secara terpisah.
Transparansi Jadi Kunci
Di tengah semakin kompleksnya kebutuhan pembangunan dan renovasi rumah, transparansi menjadi salah satu aspek penting yang ditawarkan PasangIn.
Melalui platform digital, pemilik rumah dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan anggaran sebelum proyek dimulai. Konsumen juga memiliki kesempatan untuk menentukan material yang digunakan sekaligus mengikuti perkembangan pekerjaan selama proyek berlangsung.
PasangIn turut menawarkan marketplace material yang telah dikurasi. Kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat membantu konsumen mendapatkan pilihan material sekaligus membuat proses pengadaan menjadi lebih terorganisasi.
Sementara itu, fitur project monitoring berbasis AR dan VR menjadi salah satu pendekatan teknologi yang digunakan untuk memberikan pengalaman pemantauan proyek secara lebih visual.
Bagi pemilik rumah, transparansi tersebut penting karena proyek konstruksi umumnya melibatkan nilai investasi yang cukup besar dan berlangsung dalam beberapa tahapan.
“Transparansi adalah dasar kepercayaan dalam proyek konstruksi. Pemilik rumah perlu mengetahui bagaimana biaya digunakan dan sejauh mana pekerjaan telah diselesaikan,” kata Hudan.
PasangIn Membuka Kolaborasi dengan Pelaku Industri
Selain menyasar konsumen, PasangIn juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pelaku industri properti dan konstruksi.
Arsitek, kontraktor, developer, supplier material serta penyedia jasa pendukung dapat menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun melalui platform tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa digitalisasi konstruksi tidak hanya diarahkan untuk menciptakan aplikasi bagi konsumen, tetapi juga membangun konektivitas antarpelaku industri.
Dengan semakin banyaknya pihak yang terhubung dalam satu platform, proses pembangunan rumah diharapkan dapat berlangsung lebih efisien, terukur dan mudah dipantau.
Kehadiran PasangIn juga memperlihatkan bahwa perkembangan property technology (proptech) mulai bergerak ke area yang lebih luas. Jika sebelumnya teknologi banyak digunakan pada pencarian properti, pemasaran dan transaksi, kini peluang pengembangannya semakin terbuka hingga ke tahap konstruksi dan pengelolaan proyek.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan pembangunan atau renovasi rumah, PasangIn menyediakan akses aplikasi melalui Play Store di situs resminya.
Dengan menggabungkan layanan konstruksi, marketplace material, sistem pembayaran digital serta monitoring berbasis teknologi AR dan VR, PasangIn mencoba menghadirkan pendekatan baru dalam membangun rumah yang lebih terintegrasi dan transparan.
















