
Propertynbank.com – Arsitek sekaligus pengembang asal Indonesia, Iwan Sunito, kembali menorehkan langkah besar di industri properti Australia. Melalui One Global Capital, ia menggandeng arsitek internasional Koichi Takada untuk mengembangkan kawasan mixed-use senilai sekitar AUD1,9 miliar atau setara Rp25 triliun di kawasan Five Dock, Inner West Sydney.
Proyek berskala besar tersebut dirancang menjadi lebih dari sekadar kompleks hunian dan komersial. Five Dock diproyeksikan sebagai sebuah destinasi perkotaan baru yang mengintegrasikan fungsi hunian, bisnis, perhotelan, ruang publik, hingga fasilitas komunitas dalam satu kawasan yang hidup dan saling terhubung.
Berlokasi di Kings Bay Precinct, proyek ini akan dikembangkan di atas lahan seluas sekitar 14.100 meter persegi dengan potensi luas bangunan mencapai sekitar 80.400 meter persegi Gross Floor Area (GFA). Masterplan yang disiapkan mencakup sekitar 840 unit hunian, hotel, area ritel dan komersial, fasilitas publik, jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, hingga penyediaan hunian terjangkau.
Berbeda dari proyek mixed-use pada umumnya, Five Dock mengusung konsep “city within a city”, yakni kawasan yang memiliki identitas tersendiri sehingga menjadi tujuan masyarakat untuk beraktivitas, bersantai, hingga menikmati berbagai fasilitas, tanpa harus menjadi penghuni kawasan tersebut.
Founder dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengatakan proyek ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan pengalaman baru dalam pengembangan kawasan perkotaan di Sydney.
Menurutnya, Five Dock tidak ingin mengikuti pola pengembangan mixed-use konvensional yang hanya menggabungkan apartemen dengan pusat perbelanjaan. Sebaliknya, kawasan ini dirancang agar mampu menghadirkan pengalaman ruang yang lebih hidup melalui perpaduan arsitektur, lanskap, seni, budaya, kuliner, hospitality, serta ruang publik yang aktif sepanjang hari.
“Kami ingin menghadirkan kawasan yang membuat orang datang karena memang ingin menikmati pengalaman yang ditawarkan, bukan sekadar karena memiliki kepentingan tinggal atau bekerja di sana,” ujar Iwan dalam siaran pers.
Kolaborasi Dua Arsitek Berkelas Dunia
Five Dock juga menjadi menarik karena mempertemukan dua arsitek dengan pendekatan desain yang berbeda namun memiliki visi yang sama dalam membangun kota masa depan.
Iwan Sunito merupakan lulusan Bachelor of Architecture with Honours serta Master of Construction Management dari University of New South Wales (UNSW) Sydney. Selain dikenal sebagai pengembang, ia juga merupakan arsitek terdaftar di New South Wales yang telah berkontribusi dalam berbagai proyek yang membentuk lanskap modern Sydney selama lebih dari dua dekade.
Sementara itu, Koichi Takada dikenal luas melalui karya-karya arsitektur yang mengedepankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan lingkungan. Sentuhan desain organiknya telah menghasilkan berbagai proyek ikonik di sejumlah negara.
Kolaborasi keduanya bukan sekadar hubungan antara pengembang dan konsultan desain, melainkan sinergi dua arsitek yang memiliki pandangan serupa mengenai pentingnya kualitas ruang bagi kehidupan masyarakat.
Bagi Iwan, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh nilai investasi ataupun kemegahan bangunan, tetapi juga dari bagaimana kawasan tersebut mampu menciptakan pengalaman yang berkesan bagi penggunanya.
Fokus pada Pengalaman Ruang
Pendekatan tersebut menjadi pembeda utama Five Dock dibandingkan banyak proyek mixed-use lainnya.
Jika pada umumnya bangunan komersial dan hunian menjadi fokus utama, Five Dock justru memulai perancangan dari kualitas ruang publik dan pengalaman masyarakat. Plaza terbuka, jalur pejalan kaki, ruang hijau, restoran, area komersial, hingga fasilitas komunitas dirancang sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.
Tim perancang juga mengeksplorasi bentuk bangunan yang lebih organik dengan karakter berbeda pada setiap blok, namun tetap membentuk harmoni dalam keseluruhan kawasan. Aktivitas masyarakat diharapkan dapat berlangsung sejak pagi hingga malam hari sehingga kawasan memiliki kehidupan yang dinamis.
Menurut Iwan, pertanyaan utama dalam pengembangan Five Dock bukanlah seberapa besar kapasitas bangunan yang dapat dibangun di atas lahan tersebut, melainkan bagaimana menciptakan pengalaman baru yang belum pernah dirasakan masyarakat Sydney melalui sebuah kawasan mixed-use.
Menggabungkan Perspektif Global dan Karakter Sydney
Konsep Five Dock mengambil inspirasi dari berbagai kawasan perkotaan terbaik di dunia tanpa meniru satu model tertentu. Sebaliknya, desain kawasan akan disesuaikan dengan karakter Sydney yang dikenal memiliki budaya ruang luar yang kuat, masyarakat yang multikultural, serta hubungan erat antara kota dan alam.
Iwan juga ingin membawa perspektif Asia ke dalam proyek tersebut. Sebagai putra Indonesia yang telah menetap dan berkarya di Australia selama lebih dari 40 tahun, ia melihat Five Dock sebagai kesempatan menghadirkan semangat kebersamaan, budaya kuliner, dan interaksi sosial khas Asia ke dalam desain urban kontemporer Australia.
Perpaduan tersebut diharapkan mampu melahirkan kawasan yang tidak hanya memiliki kualitas arsitektur tinggi, tetapi juga menjadi ruang yang inklusif dan nyaman bagi berbagai kalangan.
Proyek Terbesar Iwan Sunito Sepanjang Karier
Dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp25 triliun, Five Dock menjadi proyek terbesar yang dipimpin Iwan Sunito selama berkiprah di Australia.
Proyek ini sekaligus menandai transformasi One Global Capital dari pengembang yang dikenal melalui pembangunan gedung-gedung ikonik menuju perusahaan yang berfokus menciptakan ekosistem perkotaan berkelanjutan.
Bagi Iwan, ukuran keberhasilan Five Dock nantinya bukan hanya terlihat dari kemegahan arsitektur ataupun besarnya nilai investasi, melainkan dari kemampuan kawasan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia meyakini sebuah bangunan dapat dikenal karena desainnya, tetapi sebuah kawasan akan dikenang ketika mampu menghadirkan pengalaman, membangun interaksi sosial, serta menciptakan kenangan bagi generasi yang datang kemudian. “Melalui Five Dock, One Global Capital ingin menghadirkan sebuah destinasi urban yang tidak hanya menjadi ikon baru Sydney, tetapi juga menjadi ruang hidup yang relevan lintas generasi,” tutup Iwan.















