Skip to main content

Property & Bank

KANA Hills Ungasan Bidik Peluang Investasi Vila Premium Di Bali Selatan

Kana Hills
Jajaran BOD dan BOC Kana Land beserta tamu undangan saat menggelar Opening Ceremony Grand Launching The Villa Show unit Kana Hills, Jumat, (23/10/2026) di Bali

Propertynbank : Pasar properti premium di Bali Selatan menjadi sasaran pengembangan Kana Hills Ungasan, proyek vila eksklusif yang dikembangkan KSO KANA Hills Ungasan di atas lahan seluas 1,5 hektare. Dengan nilai investasi yang disebut mencapai Rp200 miliar, proyek ini dirancang untuk menyasar pasar hunian premium, termasuk pembeli yang mencari properti sebagai second home.

Minat pasar mulai terlihat sejak tahap prapeluncuran. Sebanyak 10 unit vila telah terjual pada tahap pertama dari total rencana pengembangan 55 unit. Capaian tersebut menjadi awal pemasaran proyek yang mengusung konsep luxury hillside living di kawasan Ungasan, Bali Selatan.

President Director KSO KANA Hills Ungasan, Timotius Budiawan, mengatakan proyek ini dikembangkan dengan menggabungkan keindahan alam Bali, desain, kenyamanan, privasi, dan konektivitas dalam satu kawasan.

“Kana Hills kami hadirkan bukan sekadar sebagai produk villa, tetapi sebagai sebuah pengalaman hidup. Kami ingin menciptakan hunian yang mampu mempertemukan keindahan alam Bali, kenyamanan, desain, privasi, dan konektivitas dalam satu kawasan,” ujar Timotius dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (25/10/2026).

Ungasan Jadi Andalan Pengembangan

Pemilihan Ungasan menjadi salah satu aspek penting yang ditonjolkan pengembang. Pasalnya, Kawasan Bali Selatan ini memiliki akses menuju sejumlah destinasi wisata, pusat aktivitas komersial, dan fasilitas pendidikan, sekaligus menawarkan karakter perbukitan yang menjadi bagian dari daya tarik proyek.

Misalnya, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park dapat dijangkau sekitar lima menit dari kawasan, sedangkan Sidewalk Jimbaran dan Universitas Udayana berjarak sekitar delapan menit. Bahkan ke Pantai Melasti dapat ditempuh sekitar 17 menit dan Pura Uluwatu sekitar 24 menit. Waktu tempuh menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai diperkirakan sekitar 25–30 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas.

Selain aksesibilitas, posisi kawasan di perbukitan menjadi bagian dari konsep yang ditawarkan. Sejumlah titik disebut memiliki panorama laut, pegunungan, kawasan perkotaan, hingga pemandangan ke arah GWK. Namun, sudut pandang dan panorama yang dapat dinikmati akan bergantung pada posisi serta orientasi masing-masing unit.

Menurut Timotius, perkembangan pasar properti di Bali Selatan turut membuka peluang bagi pengembangan hunian premium.

“Bali Selatan saat ini sedang bergeser ke arah pasar high-class. Karena ketersediaan lahan di Bali yang sangat terbatas, kepemilikan properti di sini menjadi instrumen investasi yang sangat bernilai tinggi,” katanya saat menggelar Grand Launching sekaligus peresmian show unit, (23/10/2026).

Meski demikian, potensi investasi tetap bergantung pada sejumlah faktor, termasuk harga pembelian, legalitas, biaya operasional, tingkat hunian apabila disewakan, serta perkembangan pasar properti di kawasan tersebut.

Pilihan Vila dan Fasilitas Kawasan

Dengan unit yang terbatas, Kana Hills menawarkan beberapa pilihan tipe, yakni 2BR Balsa Rooftop, 3BR Balsa Type B, dan 3BR Balsa Rooftop. Untuk tipe dua kamar tidur, luas tanah tercatat 135 meter persegi dengan luas bangunan 169,5 meter persegi.

Sementara itu, tipe tiga kamar tidur memiliki luas tanah berkisar 192–216 meter persegi dan luas bangunan 195–223 meter persegi. Pengembang juga menyebut unit dipasarkan dengan konsep fully furnished, dengan penggunaan material seperti kayu dan batu untuk memadukan desain modern dengan unsur alam.

Kana Hills
Salah satu unit yg baru diluncurkan dengan total 55 unit dlm 1 kawasan

Fitur yang ditawarkan meliputi high ceiling, konsep ruang terbuka, smart door lock, infinity plunge pool, carport, powder room, serta kamar mandi pada setiap kamar tidur.

Di luar unit vila, kawasan ini dilengkapi gerbang utama dan clubhouse yang dirancang sebagai fasilitas pendukung gaya hidup sekaligus ruang interaksi penghuni.

Dengan total 55 unit yang dipasarkan secara bertahap, Kana Hills menempatkan desain, karakter lingkungan, dan fasilitas sebagai bagian dari penawaran kepada pasar hunian premium.

Komitmen terhadap Budaya Lokal

Di tengah pengembangan properti di Bali, aspek sosial dan budaya lokal menjadi salah satu isu yang perlu mendapat perhatian. Pengembang menyatakan pengembangan Kana Hills diarahkan untuk berjalan selaras dengan lingkungan sosial setempat, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Tokoh masyarakat dan desa adat setempat disebut menyambut investasi tersebut dengan harapan agar kegiatan usaha turut mendukung pemeliharaan adat, agama, dan budaya Bali. Di sisi lain, penghormatan terhadap tatanan sosial serta budaya setempat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara investor dan masyarakat.

Pengembang juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan konsumen melalui kualitas material, pemenuhan spesifikasi, dan ketepatan waktu pembangunan. Komitmen tersebut menjadi faktor penting bagi calon pembeli, terutama dalam proyek vila yang dipasarkan sebagai hunian premium.

” Dengan hadirnya Kana Hills Ungasan akan menjadi pilihan investasi di Bali Selatan. untuk itu, kami akan memastikan realisasi pembangunan sesuai spesifikasi dan jadwal, sekaligus membuktikan bahwa konsep hunian premium yang ditawarkan dapat memenuhi ekspektasi pasar,” pungkas Timotius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan