Skip to main content

Property & Bank

Andalkan TikTok dan Marketplace, Strategi Agen Properti Ini Jual Apartemen di PIK

agen properti
Michelle Bun, Property Consultant Gading Pro PIK

Propertynbank.com – Pasar apartemen secondary di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) masih memiliki peluang, khususnya untuk konsumen yang mencari harga lebih terjangkau dibandingkan unit primary. Di tengah pasar properti yang semakin selektif, strategi pemasaran digital dan pemahaman terhadap karakter calon pembeli menjadi kunci bagi agen properti dalam mempercepat transaksi.

Michelle Bun, Property Consultant Gading Pro PIK, mengatakan dirinya saat ini cukup aktif memasarkan apartemen secondary, selain tetap menangani rumah dan properti komersial. Menurutnya, pasar apartemen justru menjadi salah satu segmen yang cukup menarik untuk digarap. “Kalau untuk penjualan sekarang, apartemen cukup bagus, terutama secondary,” ujar Michelle.

Ia mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir hingga 2026, dirinya telah menjual sekitar tujuh hingga delapan unit apartemen secondary. Salah satu produk yang cukup banyak ditangani adalah apartemen studio dengan luas sekitar 21 meter persegi.

Dari sisi harga, unit secondary menawarkan selisih yang cukup menarik dibandingkan produk yang masih dipasarkan developer. Michelle menyebut, unit kosong di pasar secondary berada di kisaran Rp230 juta pada tahun lalu dan sekitar Rp240 juta pada tahun ini. Sementara harga unit primary berada di atas Rp300 juta, tergantung program yang ditawarkan developer.

Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu alasan apartemen secondary menarik bagi investor maupun pembeli tangan kedua.

“Kalau pembeli pertama mungkin ada yang merasa rugi karena harga secondary turun. Tetapi bagi pembeli tangan kedua, justru ini bisa menjadi peluang karena mendapatkan unit dengan harga yang lebih rendah,” jelasnya.

Investor Jadi Target Pasar Apartemen di PIK

Menurut Michelle, karakter pembeli apartemen secondary yang ditanganinya mayoritas merupakan investor. Sebagian unit kemudian dimanfaatkan untuk disewakan, termasuk kepada pekerja yang membutuhkan hunian dekat kawasan industri dan pusat aktivitas ekonomi PIK.

Untuk unit studio, kisaran harga sewa yang ditawarkan berada sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per bulan, tergantung kondisi interior. Ada pula pemilik yang menawarkan skema sewa tahunan.

Kondisi tersebut membuat strategi menjual apartemen tidak cukup hanya dengan menawarkan harga unit. Agen perlu memahami potensi penggunaan, karakter penyewa, lokasi, fasilitas, hingga potensi imbal hasil dari unit yang ditawarkan.

“Market-nya harus kita pahami. Kalau sudah tahu siapa yang membutuhkan dan bagaimana unit itu bisa dimanfaatkan, menjualnya menjadi lebih mudah,” kata Michelle.

Mesin Pemasaran Agen Properti

Untuk mendapatkan calon pembeli, Michelle memanfaatkan berbagai kanal digital. Rumah123, TikTok, dan Instagram menjadi beberapa platform yang digunakan untuk memasarkan listing.

Menurutnya, media sosial kini bukan lagi sekadar pelengkap bagi agen properti. Konten yang konsisten dapat membuka peluang mendapatkan calon konsumen baru, bahkan dari luar wilayah yang selama ini menjadi fokus pemasaran.

“Sekarang kita harus rajin posting. Mau di Rumah123, Instagram, maupun TikTok, kita harus membuat konten. Sayang kalau agen tidak memanfaatkan media sosial karena market-nya besar,” ungkapnya.

Untuk TikTok dan Instagram, Michelle mengandalkan konten organik tanpa harus selalu memasang iklan berbayar. Sementara untuk Rumah123, ia menggunakan layanan iklan untuk meningkatkan eksposur listing.

Calon konsumen yang melihat listing kemudian dapat menghubungi agen melalui pesan langsung maupun WhatsApp. Selain kanal digital, referensi dari klien lama juga menjadi sumber prospek yang cukup efektif.

“Kadang klien lama memberikan referensi ke teman-temannya. Jadi tidak hanya mengandalkan platform, tetapi referral juga penting,” tambahnya.

Strategi tersebut memungkinkan Michelle tidak hanya memasarkan properti di PIK. Ketika ada permintaan dari klien, ia juga menangani transaksi di kawasan lain, termasuk Lavon Tangerang New City.

Sertifikasi Jadi Nilai Tambah

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap jasa agen properti yang profesional, Michelle menilai sertifikasi kompetensi menjadi hal penting. Ia baru mengikuti proses sertifikasi agen properti melalui LSP AREA.

Menurutnya, sertifikasi memberikan nilai tambah karena menunjukkan bahwa seorang agen telah melalui proses pelatihan dan uji kompetensi.

“Menurut saya sertifikasi sangat penting, terutama sekarang banyak penipuan. Sertifikasi menjadi bagian dari biodata diri dan membuat orang lebih percaya kepada kita,” ujarnya.

Meski saat ini sebagian konsumen masih lebih mengenal reputasi kantor atau perusahaan tempat agen bekerja, Michelle meyakini kesadaran terhadap sertifikasi akan semakin meningkat.

Ke depan, ia berharap sertifikasi agen properti dapat semakin luas dikenal masyarakat. Dengan demikian, konsumen mempunyai referensi tambahan ketika memilih agen untuk membantu proses jual beli properti.

“Semoga sertifikasi ini semakin tersebar dan lebih transparan. Masyarakat jadi tahu bahwa agen yang mereka gunakan memiliki legalitas dan kompetensi, sehingga transaksi juga lebih nyaman,” katanya.

Bagi Michelle, sertifikasi bukan berarti proses belajar seorang agen selesai. Perubahan produk, kebijakan developer, tren pasar, hingga kebutuhan konsumen membuat agen harus terus memperbarui pengetahuan.

Dengan kombinasi antara pemasaran digital, penguasaan produk, jaringan referral, serta kompetensi yang semakin terukur melalui sertifikasi, profesi agen properti dinilai memiliki peluang untuk berkembang lebih profesional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan