Skip to main content

Property & Bank

Cove Catat Okupansi 95%, Bandung Jadi Pilihan Wisatawan Jabodetabek

Cove Arleyta, Sukajadi, Bandung.
Cove Arleyta, Sukajadi, Bandung.

Property&Bank.com – Tren liburan masyarakat Jabodetabek mulai bergeser. Di tengah tingginya biaya perjalanan dan daya beli yang semakin selektif, wisatawan kini cenderung memilih destinasi yang dapat dijangkau melalui jalur darat dengan biaya lebih hemat. Bandung menjadi salah satu kota yang paling diuntungkan dari perubahan pola tersebut.

Cove, perusahaan penyedia hunian co-living berbasis komunitas di Asia Pasifik, mencatat tingkat keterisian kamar harian di Bandung telah mencapai 95% menjelang periode long weekend Agustus 2026. Mayoritas pemesanan berasal dari wisatawan Jabodetabek.

Tingkat okupansi tersebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah destinasi domestik lain yang juga menjadi pilihan wisatawan. Cove mencatat okupansi kamar harian di Bali berada di angka 82%, sedangkan Surabaya mencapai 85%.

Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove, mengatakan perubahan pola perjalanan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya biaya transportasi, khususnya tiket pesawat.

“Tingginya harga pesawat dan melemahnya daya beli telah menggeser cara masyarakat Jabodetabek berlibur. Bandung kini menjadi destinasi liburan yang semakin diminati, terutama karena akses darat yang singkat dan lebih hemat dibandingkan kota-kota lainnya,” ujarnya.

Menurut Dian, meningkatnya permintaan akomodasi di Bandung juga terlihat dari pertumbuhan jumlah kamar harian Cove. Saat ini, jumlah kamar harian Cove di Bandung telah tumbuh lebih dari 35% dibandingkan tahun sebelumnya.

Cove Ungkap Liburan Hemat, Budget Hotel Sekitar Rp280 Ribu per Malam

Bandung memiliki keunggulan dari sisi aksesibilitas. Wisatawan Jabodetabek dapat mencapai kota ini melalui berbagai pilihan transportasi darat, mulai dari Whoosh, kereta api, bus, travel, hingga kendaraan pribadi melalui jalan tol.

Kemudahan akses tersebut menjadi semakin relevan ketika masyarakat mulai mempertimbangkan kembali biaya perjalanan. Liburan tetap dilakukan, tetapi dengan strategi pengeluaran yang lebih efisien, termasuk dalam memilih akomodasi.

Berdasarkan data internal Cove, wisatawan yang menginap di Bandung rata-rata hanya bersedia mengeluarkan sekitar Rp280 ribu per malam untuk penginapan. Angka tersebut menunjukkan tingginya sensitivitas wisatawan terhadap harga dan masih kuatnya permintaan terhadap akomodasi pada segmen budget.

Cove memperkirakan 2 propertinya di Bandung, yakni Cove Limora dan Cove Vaia, menjadi pilihan wisatawan selama periode liburan Agustus. Keduanya berada dalam segmen Cove Classics, kategori kelas menengah Cove, rata-rata harga sewa sekitar Rp230 ribu per malam.

Selain harga, faktor kepraktisan juga menjadi pertimbangan wisatawan. Pada periode long weekend, peningkatan pemesanan diperkirakan berasal dari segmen keluarga dengan transaksi yang banyak dilakukan melalui Online Travel Agent (OTA).

Pola tersebut menunjukkan bahwa wisatawan yang bepergian bersama keluarga maupun rombongan cenderung menginginkan proses persiapan perjalanan yang sederhana. OTA memungkinkan mereka mencari, membandingkan, dan memesan akomodasi dalam waktu singkat.

Kecenderungan melakukan perjalanan secara spontan juga terlihat dari waktu pemesanan. Sebagian besar tamu Cove di Bandung melakukan reservasi kamar sekitar H-1 hingga H-4 sebelum waktu check-in. Artinya, wisatawan tidak selalu merencanakan perjalanan jauh-jauh hari, terutama untuk liburan singkat pada momentum long weekend.

Durasi menginap pun relatif pendek. Rata-rata wisatawan Cove di Bandung hanya menginap sekitar 1,5 hari. Pola ini sesuai dengan karakter long weekend yang memungkinkan masyarakat berwisata tanpa perlu mengambil cuti panjang.

Perubahan pola wisata tersebut memperlihatkan bahwa kondisi ekonomi tidak serta-merta mengurangi minat masyarakat untuk melakukan perjalanan. Sebaliknya, wisatawan cenderung menyesuaikan destinasi, moda transportasi, hingga pilihan akomodasi dengan kemampuan budget.

Bagi Bandung, tren tersebut menjadi peluang untuk semakin menguatkan posisinya sebagai destinasi wisata favorit masyarakat Jabodetabek. Jarak yang relatif dekat, pilihan transportasi yang beragam, serta banyaknya akomodasi dengan harga terjangkau membuat Bandung semakin relevan bagi wisatawan yang menginginkan liburan singkat, praktis, dan tetap ramah di kantong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan