
Propertynbank.com – Mewujudkan hunian yang nyaman tidak selalu harus melalui renovasi besar atau pengeluaran dalam jumlah banyak. Pemilik rumah dapat memulainya dengan menyesuaikan kebutuhan ruang, memilih material yang tepat, hingga memaksimalkan fungsi barang yang sudah dimiliki. Pendekatan tersebut menjadi salah satu hal yang dapat dieksplorasi pengunjung HOMEDEC 2026, pameran renovasi rumah dan interior yang berlangsung pada 22-25 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, HOMEDEC menghadirkan 200 brand dan lebih dari 280 booth yang menawarkan beragam produk serta solusi untuk kebutuhan renovasi, interior, dan home living. Pameran ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang bagi pemilik rumah untuk mencari referensi, membandingkan produk, serta berkonsultasi mengenai kebutuhan hunian mereka.
Project Director CIS Exhibition, R. Arief S. Rudiantoro, menjelaskan bahwa HOMEDEC ingin membantu pengunjung menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Menurutnya, renovasi tidak harus selalu dilakukan secara menyeluruh karena perubahan sederhana pun dapat memberikan dampak terhadap kenyamanan rumah.
“Renovasi rumah sesederhana mengganti material lantai dari tiles menjadi kayu bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan datang ke HOMEDEC, pengunjung juga bisa bertemu dengan para ahli, berdiskusi, dan berkonsultasi mengenai kebutuhan rumahnya,” jelas Arief.
Pendekatan tersebut menjadi relevan ketika inspirasi hunian yang ditampilkan di pameran perlu disesuaikan dengan kondisi rumah sehari-hari. Pasalnya, setiap pemilik rumah memiliki kebutuhan, luas ruang, kebiasaan, dan kemampuan anggaran yang berbeda. Karena itu, keputusan renovasi perlu didasarkan pada kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti tren desain.
HOMEDEC 2026 Dorong Renovasi Sesuai Kebutuhan Penghuni

Dalam sesi konferensi pers HOMEDEC 2026, isu mengenai cara menerapkan inspirasi hunian agar tetap realistis menjadi salah satu pembahasan. Ketua HDII Jakarta, Ariya Sradha, menekankan pentingnya menentukan prioritas dan mengurangi kebutuhan yang tidak mendesak.
Menurut Ariya, perencanaan renovasi perlu mempertimbangkan kebiasaan penghuni dan bagaimana ruang digunakan sehari-hari. Dengan begitu, pemilik rumah dapat menentukan bagian yang benar-benar perlu diperbaiki tanpa harus mengubah seluruh bagian hunian.
Pandangan serupa disampaikan Ketua HDII Banten, Anggie Gouw. Ia menilai renovasi sebaiknya berangkat dari pola hidup penghuni, termasuk mempertimbangkan kembali barang-barang yang sudah tersedia di rumah. Memanfaatkan atau memperbarui barang yang masih layak digunakan dapat menjadi alternatif sebelum memutuskan membeli produk baru.
Sementara itu, Ar. Marten Triyono, IAI, dari Karsa Studio, mengingatkan bahwa kebutuhan primer perlu menjadi pertimbangan utama dalam merancang hunian. Perencanaan juga perlu memperhatikan perubahan kebutuhan keluarga pada masa mendatang.
Sebagai contoh, keluarga yang berencana memiliki anak dapat mulai mempertimbangkan kebutuhan kamar anak sejak tahap perencanaan. Dengan memikirkan perkembangan kebutuhan tersebut lebih awal, ruang yang tersedia dapat dirancang agar tetap relevan ketika kondisi keluarga berubah.
R. Arief S. Rudiantoro menambahkan, renovasi dapat dipandang sebagai bentuk investasi terhadap kenyamanan hidup dalam jangka panjang. Namun, hal itu tetap perlu disertai pertimbangan yang matang agar biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
Konsultasi dan Pilihan Produk Jadi Bagian dari Solusi Renovasi
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, HOMEDEC 2026 menghadirkan beragam program, mulai dari HOMEDEC Showhome, Live Kitchen, Talks & Workshop, hingga berbagai aktivitas yang berkaitan dengan renovasi, interior, dan home living. Pengunjung juga dapat menemukan produk building material, atap, ceiling, cat, interior, serta furniture dalam satu lokasi.
Menurut Anggie, keberadaan berbagai kategori produk dalam satu pamean membantu pengunjung memperoleh referensi yang lebih lengkap, baik untuk kebutuhan interior maupun eksterior. Sementara itu, Ariya menilai kesempatan melihat produk secara langsung dan membandingkan pilihan dapat membantu proses pengambilan keputusan, termasuk bagi desainer, kontraktor, supplier, dan konsumen akhir.
Pengalaman tersebut juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berkonsultasi sebelum membeli. Dengan demikian, pemilihan produk tidak hanya didasarkan pada tampilan, tetapi juga mempertimbangkan fungsi, kecocokan dengan ruang, dan kebutuhan penghuni.
Selain menghadirkan pilihan produk, HOMEDEC 2026 menawarkan Best Deal untuk produk tertentu serta program HOMEDEC Gebyar Hadiah melalui Spend & Win Grand Prize, Spend & Win Regular, dan Voucher Fiesta, dengan total hadiah senilai ratusan juta rupiah.
HOMEDEC juga berkolaborasi dengan SPayLater dari PT Commerce Finance yang menawarkan sejumlah promo pembiayaan bagi pengguna yang memenuhi persyaratan. Penawaran tersebut mencakup Cicilan 0%, Bebas 1 Bulan Cicilan, dan Cicilan Dibayarin Full pada merchant tertentu sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Pengunjung tetap perlu mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengambil fasilitas cicilan.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, HOMEDEC menargetkan 27.000 pengunjung selama 4 hari, termasuk pemilik ruang dan pemilik proyek. Kehadiran lebih dari 200 brand diharapkan dapat mempertemukan pengunjung dengan produk, informasi, dan tenaga profesional yang dibutuhkan untuk merencanakan renovasi.
Pada akhirnya, renovasi yang efektif tidak selalu ditentukan oleh besarnya biaya atau banyaknya perubahan yang dilakukan. Dengan memahami kebutuhan utama, memperhitungkan kebiasaan penghuni, serta memilih produk secara cermat, inspirasi yang ditemukan di pameran dapat diterjemahkan menjadi solusi yang lebih realistis untuk rumah sehari-hari.
















