Skip to main content

Property & Bank

Pabrik Segera Beroperasi, FORTRESS Bidik Kebutuhan Pintu Rumah Subsidi

FORTRESS

Propertynbank : Biaya masih menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pembangunan maupun renovasi rumah, terutama dalam memilih material bangunan. Pertimbangan tersebut kini mulai bergeser dari hanya sekadar harga, kini lebih mempertimbangkan beberapa aspek seperti ketahanan, kebutuhan perawatan, serta performa material.

Dengan demikian, pemilihan komponen material bahan bangunan tidak lagi cukup hanya dengan membandingkan harga, tetapi juga perlu mempertimbangkan manfaat dan efisiensi dalam jangka panjang.

Perubahan perspektif tersebut turut menjadi peluang bagi industri pintu baja di Indonesia. PT Jaya Bersama Saputra (JBS) Perkasa melihat penggunaan pintu baja masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan developer terhadap material hunian yang aman, kuat, tahan lama, modern, dan berkualitas.

Founder & CEO PT Jaya Bersama Saputra Perkasa, Joni Effendi, mengungkapkan pengembangan pabrik baru FORTRESS  merupakan bagian dari visi perusahaan untuk menghadirkan produk pintu baja yang diproduksi di dalam negeri.

“Kami memiliki impian agar ke depan FORTRESS dapat menghadirkan pintu baja yang diproduksi di dalam negeri. FORTRESS MFG yang berada dibawah bendera PT Modern Metal Makmur merupakan bagian dari perjalanan menuju impian tersebut. Bagi kami, ini bukan hanya mengenai membangun fasilitas produksi, tetapi bagaimana kita dapat membangun kemampuan industri dari Indonesia untuk Indonesia,” papar Joni dalam acara Media Briefing 23 Tahun (JBS) Perkasa, Selasa (01/09/2026).

Menariknya, operasional FORTRESS MFG akan diawali dengan produksi pintu baja tipe ekonomis yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar rumah subsidi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya FORTRESS memperluas penetrasi pasar, tidak hanya di segmen hunian komersial, tetapi juga mendukung kebutuhan pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kehadiran produk dengan harga yang lebih terjangkau diharapkan dapat menjawab kebutuhan hunian yang tetap mengedepankan aspek keamanan dan kualitas material,”jelasnya.

Komitmen tersebut ditandai dengan dua agenda yang berlangsung secara berkesinambungan. Pada 31 Agustus 2026, FORTRESS menerima kunjungan jajaran Pengembang Indonesia (PI) di FORTRESS HQ sekaligus melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah memperkuat sinergi antara FORTRESS dan jaringan developer di Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Hens Sumarauw selaku National Sales Director PT Jaya Bersama Saputra Perkasa bersama Ir. H. Barkah Hidayat selaku Ketua Umum DPP Pengembang Indonesia, serta disaksikan oleh jajaran manajemen perusahaan dan perwakilan Pengembang Indonesia.

JBS Perkasa juga terus membuka ruang kolaborasi dengan asosiasi developer, pelaku industri properti, dan berbagai pemangku kepentingan.

Hubungan dengan Pengembang Indonesia, Real Estat Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), serta stakeholder industri menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas kontribusi terhadap sektor perumahan nasional

Saat ini, inovasi FORTRESS telah berkembang dengan lebih dari 237 varian pintu yang menawarkan beragam pilihan warna, motif, ukuran, dan desain. Portofolio JBS Perkasa juga semakin luas melalui kehadiran FORTRESS Smart Lock serta produk luxury wall panel melalui merek MEVVAH.

FORTRESS

Dengan nilai investasi awal sebesar Rp 50 miliar, Pabrik FORTRESS akan segera beroperasi dengan target produksi 15 ribu pintu baja per bulan

National Sales Director PT Jaya Bersama Saputra Perkasa, Hens Sumarauw, mengatakan kebutuhan developer terhadap material bangunan saat ini tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga mencakup kepastian kualitas, ketersediaan, pelayanan, serta kemampuan pemasok dalam memenuhi kebutuhan proyek.

“Kami melihat kebutuhan pasar bukan hanya pada produknya, tetapi juga kepastian kualitas, ketersediaan barang, pelayanan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan proyek. Melalui penguatan manufacturing dan jaringan yang kami miliki, kami ingin semakin siap menjadi partner bagi developer dalam menghadirkan hunian berkualitas di Indonesia.”

Memasuki usia 23 tahun, JBS Perkasa menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

Selain penguatan manufaktur, perusahaan akan fokus pada empat fondasi utama, yakni business expansion, product innovation, people development, dan industry collaboration.

“Perjalanan 23 tahun membuat kami semakin percaya bahwa perusahaan tidak bisa bertumbuh sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan developer, asosiasi, pemerintah, partner, konsumen, dan tentunya seluruh tim kami. Harapannya, apa yang sedang kami bangun hari ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi industri dan bagi pembangunan hunian Indonesia ke depan,” ujar Joni.

Dengan pengembangan manufaktur lokal, perluasan inovasi produk, serta penguatan jaringan dengan developer dan asosiasi industri, JBS Perkasa berharap FORTRESS dapat mengambil peran yang lebih besar dalam mendukung kebutuhan sektor perumahan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan